Surabaya (beritajatim.com) – Menurut HealthLine vaginismus merupakan kondisi medis dimana Akan terjadi pengencangan otot-otot di sekitar vagina secara tidak sadar ketika ada penetrasi atau memasukan sesuatu ke vagina. Jika belum menikah biasanya mereka merasakan kesakitan luar biasa ketika memasukkan tampon. Rasa sakit luar biasa juga bisa terjadi ketika melakukan hubungan badan. Pengencangan otot-otot vagina juga membuat penis sulit untuk masuk. Jika dipaksakan, rasa sakitnya akan semakin besar.
Hal ini merupakan kondisi medis yang memerlukan penanganan medis dan terapi tertentu, Banyak di sebagian negara Eropa sudah tidak begitu asing mengenai Vaginismus ini.
Kurangnya pemahaman di masyarakat, membuat kondisi medis ini tabu. Sehingga banyak perempuan vaginismus menghadapi berbagai Stigma dari lingkungan sekitar. Banyak dari mereka menerima Stigma negatif karena penyakit ini seperti dianggap sebagai kutukan karena tidak bisa berhubungan seksual hingga lontaran mandul.
Jika Anda salah satu yang mengalami vaginismus ini sebaiknya jangan dulu menyerah, karena Anda tidak sendiri. Di Indonesia sendiri terdapat komunitas bagi para pejuang vaginismus di instagram @pejuangvaginismus. Di sana kalian bisa sharing dan saling mendukung untuk para perempuan yang berjuang dan sedang menghadapi kendala penetrasi.
Namun, Jika Anda masih takut dan ragu untuk berbicara kepada pasangan Anda, coba lakukan Dilatasi. Metode ini dianggap sebagai kunci kesembuhan vaginismus. Cara melakukannya adalah mencoba latihan memasukkan alat kesehatan (dilator) ke dalam vagina secara bertahap dan pelan-pelan mulai dari ukuran yang kecil hingga yang terbesar.
Metode ini berfungsi membantu melenturkan otot yang kaku dan tegang yang berada di Panggul. Terapi ini berfungsi melancarkan peredaran darah serta menenangkan Syaraf otot Panggul yang memberikan respon berlebih. Adapun dilatasi ning harus disertai dengan penggunaan perlu mas untuk melancarkan masuknya dilatar ke dalam vagina dan dapat mengurangi gesekan yang menjadi penyebab nyeri.
Vaginismus juga memiliki hari besar untuk peringatan vaginismus awarness day setiap tanggal 15 September. Jadi Anda tidak perlu khawatir karena anda tidak sendirian, banyak ratusan perempuan di Indonesia yang juga mengalami vaginismus. Banyak yang sudah berhasil sembuh ada pula yang masih berjuang. Jenis vaginismus ini bukanlah salah anda atau bukan salah siapa siapa Jadi jangan berkecil hati karena anda masih memiliki harapan melewati Vaginismus ini. (ptr/tur)






