Mojokerto (beritajatim.com) – Ekskavasi tahun ketiga, tahap keempat Situs Kumitir di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto berjalan selama 22 hari. Ekskavasi menampakkan Istana Timur yang merupakan istana Bhre Wengker, adik ipar dari Tribuana Tunggal Dewi, Raja Majapahit ketiga.
“Seperti yang kita jelaskan di hipotesis 2020 bahwa Kumitir merupakan Istana Timur dari dalam tata kota Raja Majapahit atau Wilwatika. Disitu disebutkan di Negarakartagana, Pararaton dan Wargasari, Istana Timur itu merupakan Bhra Wengkrer,” ungkap Arkeolog BPCB Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho, Kamis (9/9/2021).
Bhra Wengker menikah dengan Bhre Daha yang merupakan adik kandung dari Tribuana Tunggal Dewi yang merupakan Raja Majapahit ketiga. Tribuana Tunggal Dewi merupakan ibu dari Raja Hayam Wuruk, Raja Majapahit keempat. Pada masa Tribuana Tunggal Dewi memimpin dibuatkan dua istana, Istana Timur dan Istana Barat.
“Istana Barat merupakan tempat Hayam Wuruk memerintah, sementara Istana Timur untuk Bhre Wengker. Kenapa dibuatkan dua istana? Karena pada dasarnya Bhre Daha, adik kandung dari Tribuana mempunyai hak yang sama atas Kerajaan Majapahit. Berhubung yang menjadi raja adalah kakaknya, Tribuana,” katanya.
Keduanya sama memiliki hak atas Kerajaan Majapahit sehingga dibuatkan dua istana. Menurutnya, logika tersebut sama dengan hipotesis tentang tata kota Raja Majapahit dari naskah Kertagama. Dimana Pupakpanca mengambarkan bagaimana tata kota Ibukota Majapahit saat itu.

“Di timur apa? Di barat apa? Di selatan apa? Di utara apa? Yang digambarkan dari dia posisi Pupakpanca itu berada di Siti Inggil atau Keraton Hayam Wuruk. Dia (Situs Kumitir, red) merupakan satu istana seluas 6 hektar, dimana istana yang lain? Nanti kita cari, selesaikan dulu Kumitir. Jangan sampai ada komplain,” tegasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”situs-kumitir”]
Wicak (sapaan akrab, red) menjelaskan, tim akan menyelesaikan satu per-satu. Tim akan menyelesaikan ekskavasi di sisi barat yang diyakini sebagai Istana Timur Bhra Wengker. Pihaknya berharap selama proses ekskavasi tahun ketiga, tahap keempat selama 22 hari tersebut akan sesuai dengan target.
“Semoga sesuai dengan target 1.200 meter persegi, di bulan Maret kita punya target 1.200 dan selesai. Permasalahan ada di tenaga lokal, kekuatannya mungkin tidak sama dengan dari BPCB. Namun untuk tanah sudah tidak ada masalah, ada 12 bidang tanah milik warga yang terdampak,” jelasnya.
Wicak menambahkan, sesuai rekomendasi Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Mojokerto, ada 50 pekerja dari BPCB Jawa Timur sebanyak 25 orang dan dari masyarakat sekitar sebanyak 25 orang. Ekskavasi dijadwalkan berlangsung kurang lebih selama 22 hari ke depan yakni mulai tanggal 6-28 September 2021. [tin/ted]






