Jember (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerakan Indonesia Raya Kabupaten Jember, Jawa Timur menekankan pentingnya konsistensi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026.
Saat ini Pemerintah Kabupaten dan DPRD Jember sedang sama-sama membahas Rancangan Awal (Ranwal) RPJMD. “Kami melihatnya secara obyektif, bagaimana pun RPJMD ini akan dijadikan pegangan proses perjalanan janji-janji politik bupati Otomatis kami berusaha memberi masukan yang terbaik agar target-target program yang sesuai visi misi bupati bisa tercapai,” kata Ketua DPC Gerindra Ahmad Halim, Selasa (10/8/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”dprd-jember”]
Hal terpenting, menurut Halim, adalah RPJMD era Bupati Hendy Siswanto tak meniru inkonsistensi RPJMD era Bupati Faida. “Ada tumpang tindih kepentingan (pada era Bupati Faida). Tugas pokok dan fungsi pusat dikerjakan daerah, contoh: pembangunan asrama haji yang tak sesuai dengan RPJMD provinsi dan RPJM nasional,” katanya.
Halim meminta Bupati Hendy agar bisa melaksanakan janji politik dalam program teknokratik yang ditangani organisasi perangkat daerah. “Partai kepentingannya sama: bagaimana bisa menyejahterakan rakyat. Priogram sasaran tercapai, bagi kami itu sudah cukup. Karena hakikat pemilihan bupati bagaimana pun juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Gerindra ingin mengawal agar semua program yang merupakan perwujudan visi dan misi bupati tercapai. “Karena kalau tak tercapai, rakyat dikecewakan. Otomatis (partai) pengusung akan dapat dampaknya kalau target tidak sesuai,” kata Halim.
Halim melihat Ranwal RPJMD saat ini masih membutuhkan penyempurnaan. Salah satunya adalah belum adanya penyelesaian masalah atau kebijakan terhadap persoalan yang sudah diidentifikasi. “Dari belanja masalah tidak ada output penyelesaian maupun kebijakan. termasuk belanja urusan wajib, belanja urusan daerah, itu harus ada penyelesaian,” katanya.
“Contoh kebijakan pertanian. Di satu sisi bupati ingin menyejahterakan petani. Tapi support anggaran kurang. Kedua, konsisten terhadap target pembangunan. Misalkan kalau di RPJMD sudah dicanangkan membangun jembatan dan jalan selesai, itu harus sesuai target,” kata Halim. [wir/kun]






