Surabaya (beritajatim.com) – UPT Pengembangan Teknis Keterampilan Kejuruan (PTKK) Dindik Jatim mengembangkan alat terapi penguapan indra penciuman dan perasa bagi pasien Covid-19.
Saat ini alat ini sedang dalam tahap ujicoba, meskidemikian Kepala Dindik Jatim Wahid Wahyudi berharap alat terapi penguapan ke depan bisa bermanfaat dan membantu pasien Covid-19 ataupun masyarakat luas. Pasalnya, alat terapi penguapan menggunakan bahan-bahan herbal.
“Sementara (alat terapi penguapan) ini masih dalam tahap pengerjaan pengembangan inovasi. Jadi masih kita proses terus,” ujar Wahid, Rabu (28/7/2021).
Kepala UPT PTKK Dindik Jatim, Wahyu Suryo Herminoko menambahkan alat terapi penguapan ini dibuat untuk membantu masyarakat terbebas dari gejala Covid-19. Karenanya, terapi alat penguapan ini sebenarnya bisa dibuat sendiri oleh masyarakat, meski dengan cara yang sederhana.
“Kita gunakan modifikasi untuk alat terapi ini. Bahan-bahan kita gunakan rempah-rempah jadi masyarakat yang ingin mencoba membuatnya, bisa dengan direbus di rumah sampe menguap, uapnya itu yang nanti bisa dihirup perlahan,” jelas dia.
Bahan rempah yang digunakan di antaranya daun minyak kayu putih yang dibuang pucuknya, daun sirih temuros, bunga kenanga, daun cengkeh kering, dan jahe yang diambil kulitnya. Selanjutnya, semua bahan dicampur ke dalam panci yang berisi air, tunggu hingga proses penyulingan dan terapi uap kemudian bisa dihirup secara perlahan.
“Dengan temuan seperti ini, setidaknya bisa untuk menghilangkan kekhawatiran yang berlebih akan Covid-19. Karena gejala awal hilang indra penciuman dan perasa. Mudah-mudahan ini bisa membantu,” harap Narko.
Dijelaskan Narko, terapi penguapan bisa dilakukan selama 15 menit dengan jarak 10 cm. Sedangkan alat terapi sendiri bisa bekerja hingga 5 jam untuk penguapan meski dalam kondisi kompor mati.
“Ini masih ujicoba. Kedepan kita kembangkan kran penguapan dengan menyesuikan tinggi badan pengguna secara otomatis,” tuturnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”covid-jatim”]
Alat yang menghabiskan dana sekitar Rp. 2,5 juta ini dikerjakan selama 3 hari dan telah diuji cobakan ke beberapa orang yang bergejala.
“Pernah ada yang bergejala, nyoba pakai alat ini selama satu hari penuh. Awalnya hilang indra penciuman. Kemudian setelah pakai alat ini, perlahan bisa pulih kembali,” katanya.
Selain pembuatan alat terapi penguapan ini, Narko menyarankan agar masyarakat juga mengonsumsi ramuan rempah-rempah untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Ramuan yang terdiri dari daun mint, jahe merah, kunyit, jinten hitam, kayu manis dan jeruk lemon ini juga bisa dibuat sendiri untuk melegakan tenggorokan dan meningkatkan kebugaran tubuh. [adg/but]







