Surabaya (beritajatim.com) – Ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMA/SMK tingkat Provinsi Jawa Timur resmi bergulir pada 24-25 Juni 2026. Kompetisi ini mencari bibit atlet unggul untuk berlaga di ajang nasional.
Sebanyak 380 pelajar dari 38 kabupaten/kota bersaing ketat memperebutkan tiket ke putaran nasional. Mereka bertarung di lima cabang olahraga, yakni renang, pencak silat, atletik, bulu tangkis, dan panjat tebing.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Aries Agung Paewai, memastikan kompetisi digelar sepenuhnya secara luring. Pihaknya menaruh harapan besar pada panjat tebing sebagai olahraga baru pendulang prestasi.
“Panjat tebing merupakan cabang olahraga baru dalam kompetisi ini. Potensinya cukup bagus dan anak-anak memiliki peluang besar untuk berprestasi,” ujar Aries, Rabu (24/6/2026).
Dindik Jatim tidak ingin membuang waktu usai proses seleksi provinsi ini berakhir. Para peraih juara pertama akan langsung mengikuti pemusatan latihan atau Training Center (TC) serta uji tanding.
“Kalau hanya latihan saja tidak cukup. Mereka juga harus mendapatkan pengalaman bertanding dengan atlet nasional agar mengetahui kekurangan yang perlu ditingkatkan,” jelasnya.
Sistem seleksi ketat juga diterapkan pada cabang olahraga renang yang diikuti oleh 74 peserta. Proses penilaian diawasi langsung oleh juri berlisensi National Technical Official (NTO) Aquatic Indonesia.
“Penentuan wakil Jawa Timur pada tingkat nasional tidak hanya berdasarkan perolehan medali, tetapi juga melalui analisis kategori perenang terbaik,” terang Koordinator Pelaksana Renang, Husaini.
Gelar perenang terbaik mengacu pada perolehan medali emas, perak, dan perunggu. Catatan waktu para atlet kemudian diukur dan persentasenya dibandingkan dengan rekor nasional sebagai acuan mutlak.
“Jika perolehan medalinya sama, maka akan dilihat persentase catatan waktunya. Apakah mendekati rekor nasional yang menjadi rujukan dalam petunjuk teknis atau tidak,” tambahnya.
Pada kategori putri, Aluna Ghassani Armagita dari SMA Muhammadiyah 1 Gresik sukses keluar sebagai perenang terbaik. Ia menyabet dua medali emas sekaligus mengamankan tiket kompetisi nasional.
“Saya hanya punya waktu persiapan sekitar satu minggu. Selama itu saya fokus meningkatkan kemampuan sprint, latihan start, dan teknik finis,” kata Aluna.
Aluna menorehkan waktu 29,49 detik pada nomor 50 meter gaya bebas dan 33,82 detik di gaya punggung. Sementara itu, gelar perenang terbaik putra diraih Jafni Abdul Aziz asal Gresik.
“Target saya di nasional bisa memperbaiki catatan waktu. Untuk gaya bebas saya menargetkan 28,90 detik dan gaya punggung 32 detik,” tuturnya.
Rangkaian perlombaan renang telah rampung sepenuhnya pada 24 Juni 2026 di GOR Sidoarjo. Empat cabang olahraga lainnya masih terus berlanjut untuk memastikan wakil Jatim pada September mendatang. [ipl/aje]






