Bojonegoro (beritajatim.com) – Salah satu produsen peti jenazah Abdul Mustajib Desa Bakung Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro merasa kewalahan dengan permintaan barang yang semakin tinggi. Setiap hari kekuatan produksi hanya mampu membuat 20 biji, harus mengirimkan peti jenazah ke berbagai rumah sakit.
Abdul Mustajib mengatakan, permintaan peti jenazah itu selain dari rumah sakit yang ada di Bojonegoro juga dari beberapa rumah sakit luar daerah. Setiap hari dia mengirimkan peti jenazah sesuai kemampuan produksi. “Permintaan (peti jenazah) akhir-akhir ini meningkat,” ujarnya, Sabtu (10/7/2021).
Banyaknya permintaan tersebut membuatnya kewalahan. Beberapa instansi yang memesan peti jenazah itu jumlahnya langsung banyak. Termasuk dari instansi yang berasal dari luar daerah. “Setiap hari saya kirim, tapi kalau berapa jumlah yang terpakai saya kurang tahu,” ungkapnya.
Sementara sesuai dengan update harian sebaran Covid-19 yang dikirim Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro jumlahnya mengalami peningkatan. Selama dua hari terakhir jumlah kasus aktif dirawat hampir mendekati 100 orang.
[berita-terkait number=”4″ tag=”berita-bojonegoro”]
Update sebaran Covid-19 harian per tanggal 9 Juli 2021 hingga pukul 18.00 WIB, pasien Covid-19 yang meninggal dunia tercatat 16 orang. Selain itu, penambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 139 orang dan pasien yang sembuh 24 orang. Sehingga total pasien yang menjalani aktif dirawat ada 359 orang.
Sedangkan, diketahui kasus terkonfirmasi positif secara kumulatif sejak 1 Januari 2021 sebanyak 2.359 orang, meliputi aktif (dirawat) 359 orang, sembuh 1.908 orang dan meninggal dunia 92 orang. Untuk kasus suspect sebanyak 124 orang. [lus/ted]






