Mojokerto (beritajatim.com) – Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Mojokerto mengecek ketersediaan oksigen di dua Rumah Sakit (RS) di Kota Mojokerto, RS Gatoel dan RS Rekso Waluyo. Tim mengecek fasilitas kesehatan hingga ketersediaan oksigen di rumah sakit tersebut seiring tingginya kasus aktif Covid-19 di Kota Mojokerto
Hasilnya, Tim yang diketuai Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari ini, stok oksigen di ruang rumah sakit. Yakni rujukan dan non rujukan tersebut aman, meski hanya mencukupi untuk kebutuhan beberapa hari saja. Namun oksigen di dua RS tersebut by sistem dengan pihak PT Samator Gas Industri sehingga saat stok mendekati habis akan dilakukan pengiriman.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, ada enam RS di Kota Mojokerto, dua merupakan rumah sakit rujukan pasien Covid-19. “RS yang sedang merawat pasien Covid-19 dengan TT (tempat tidur) terbanyak. Satu pasti RSUD dengan 133 TT, RS Gatoel 91 TT, RS Rekso 19 TT dan rencana menambah 14 TT lagi,” ungkapnya, Selasa (6/7/2021).
Dari tiga RS tersebut, lanjut Wali Kota sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Kota Mojokerto ini, kebutuhan oksigen semuanya disuplai dari PT Samator Gas Industri. Hingga saat ini, ketiga RS tersebut menggunakan tabung oksigen central. Dimana sudah ada system sehingga saat isi kurang dari 50 persen maka secara otomatis akan dilakukan pengiriman untuk pengisian kembali.
[berita-terkait number=”4″ tag=”oksigen”]
“Sehingga sejauh ini bisa dipastikan di rumah sakit-rumah sakit penanganan Covid-19 yang ada di Kota Mojokerto untuk ketersediaan oksigen masih mencukupi hingga beberapa hari ke depan. Selain itu ada beberapa toko apotik dan alkes menyediakan, mungkin masyarakat yang butuh bisa mendapatkan dari sana,” katanya.
Meski diakui, Ning Ita (sapaan akrab, red), ketersediaan oksigen semakin menipis dan agak langkah. Di beberapa apotik yang ada sudah tidak tersedia, meski tidak ada pembatasan dalam pembelian. Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, berharap tidak ada kelangkaan oksigen di Kota Mojokerto.

“Tim Polresta ini juga sudah membentuk grup yang berisi rumah sakit rumah-rumah sakit dan pihak Samator, ketika ada semacam komplain bahwa kebutuhan kami sekian, kenapa yang terkirim di bawah itu. Maka ini dari Tim Polresta akan mensupport untuk melakukan komunikasi lebih intens dengan pihak Samator,” tegasnya.
Dengan tujuan agar oksigen di Rumah Sakit di Kota Mojokerto mencukupi sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan oleh masing-masing Rumah Sakit.
Sementara itu, Kadiv Pelayanan Medis, RS Gatoel, Anggraina Puspitasari mengatakan, ketersediaan oksigen di RS Gatoel mencukupi meski setiap hari kebutuhan oksigen cukup banyak. “Kapasitas central kami ini adalah 3000 in. Kapasitas tabung yang besarnya itu hanya cukup untuk satu kali 24 jam,” tambahnya.
Sehingga pihak RS Gatoel, lanjut Anggi, membutuhkan suplai terus PT Samator Gas Industri. Pasalnya kebutuhan meningkat tajam, sebelum pandemi tabung oksigen harus tiga sampai empat hari sekali. Namun saat ini, setiap hari sekali. Dari 91 pasien Covid-19 yang saat ini menjalani perawatan di RS Gatoel, 70 persen membutuhkan oksigen.
“Itu hanya pasien Covid-19 saja, belum pasien lainnya. Selain oksigen central, kita punya sekitar 15 tabung besar untuk back up. Saat tidak ada pengiriman maka akan dialihkan ke tabung. Untuk back up saat ini masih terisi, dari Samator masih aman karena kita selalu koordinasi dengan pihak Samator,” pungkasnya.
Di RS Rekso Waluyo terdapat 19 pasien Covid-19 yang tenggah dirawat, sementara tenaga kesehatan yang terpapar ada empat orang. Dua orang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing, dua lainnya di RS Rekso Waluyo. Kebutuhan oksigen setiap harinya 20 tabung.
Di RS Gatoel yang merupakan RS rujukan pasien Covid-19, saat ini merawat 91 pasien. Sementara untuk nakes yang terpapar ada sebanyak 15 orang dan kebutuhan oksigen sebanyak 3.000 in per hari. Dalam kegiatan tersebut, tueun hadir Waka Polres Mojokerto, Kompol Iwan Sebastian dan Jajaran, Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto, Ali Prakoso. [tin/ted]






