Surabaya (beritajatim.com) – Bear Brand atau susu beruang dari Nestle tengah menjadi buruan masyarakat termasuk di Kota Pahlawan setelah beredar kabar susu ini dipercaya dapat menyembuhkan atau mencegah Covid-19.
Ditambah dengan beredarnya video yang sempat viral di media sosial yang memperlihatkan pembeli berebut memborong produk susu bermerek Bear Brand untuk dimasukkan ke dalam troli. Video tersebut diduga terjadi di salah satu pusat grosir di Jabodetabek. Isu kelangkaan dan melonjaknya harga Bear Brand akhirnya menjadi perbincangan publik.
Akibat banyak yang mencari sejumlah grosir di Surabaya melakukan pembatasan seperti yang terlihat di supermarket kawasan jalan Raya Jemursari Surabaya. Peraturan mengenai maksimal pembelian produk ini diberlakukan sejak hari Minggu, 04 Juli 2021. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kerumunan pembeli dan menjamin ketersediaan produk Bear Brand.
Berdasarkan pengamatan dan pantauan beritajatim.com di lapangan, suasana di Supermarket Jalan Jemursari terpantau ramai pembeli, tak terkecuali pada stan produk susu kaleng merek Bear Brand.
Banyak pembeli yang baru mengetahui perihal diberlakukannnya pembatasan pembelian produk Bear Brand di lokasi tersebut. Untuk Member Biru, maksimal pembelian sebanyak 5 kaleng/hari. Untuk Member Merah, maksimal pembelian 10 kaleng/hari, sedangkan untuk Member Platinum 20 kaleng/hari.
“Tiap bulan saya biasanya membeli satu karton (30pcs) untuk stok satu keluarga. Tapi sekarang karena dibatasi pembeliannya, jadi besok baru bisa beli lagi,” ujar Hendro salah satu pembeli produk Bear Brand.
[berita-terkait number=”4″ tag=”nestle”]
Selain itu Hendro adalah pembeli yang mempercayai bahwa dengan mengonsumsi produk Bear Brand dapat menambah imunitas pada tubuh. “Buat menjaga kekebalan daya tubuh, apalagi situasinya sedang pandemi seperti ini,” ucap Hendro.
Pembatasan pembelian produk Bear Brand dilakukan untuk mengantisipasi kerumunan pembeli dan menjaga ketersediaan produk bagi semua member Indogrosir. Hal ini diterangkan oleh Suhadi selaku Kepala Stan.
“Dari kemarin (Minggu, 4/7/21) sudah kita batasi untuk pembelian produk Bear Brand. Karena memang stoknya tinggal sedikit dan dari pihak distributor masih belum ada informasi terbaru terkait kiriman produk Bear Brand,” ungkap Suhadi.

Selain itu, harga dari produk Bear Brand yang dijual di Indogrosir Surabaya tidak mengalami kenaikan yang signifikan. “Sekarang harganya menjadi 270 ribu per karton, kalau biasanya sekitar 260 ribu per karton,” pungkas Suhadi.
Tidak hanya di Indogrosir Jemursari sejumlah supermarket di Surabaya seperti Hypermart Royal Plaza juga banyak warga yang memburu sehingga persediannya cukup terbatas.
“Kami selalu order, namun dari distributor kirimannya tidak terlalu banyak, saat ini sejak minggu lalu stok kami kosong,” kata Winarso Manajer Divisi Fresh kepada beritajatim.com, Senin (5/7/2021).
Terpisah, Direktur Corporate Affairs PT Nestlé Indonesia, Debora R. Tjandrakusuma kepada CNBC menyatakan bahwa perusahaan memastikan tidak melakukan kenaikan harga atas produk-produk kami termasuk produk susu.
“Kami tidak melakukan kenaikan harga atas produk-produk kami termasuk produk susu Bear Brand, dan kami terus menerus memaksimalkan upaya kami untuk memasok produk susu Bear Brand kepada para konsumen,” kata Debora dalam Siaran, Minggu (4/7/2021).
Ia menuturkan bahwa memang ada kenaikan harga di e-commerce untuk produk Bear Brand, tapi ia mengatakan bahwa perusahaan tidak dapat menentukan harga jual akhir produk di konsumen.
“Mengenai adanya kenaikan harga di e-commerce untuk produk- produk Bear Brand, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku khususnya peraturan persaingan usaha, kami tidak dapat menentukan harga jual akhir produk kami, dan yang dapat kami lakukan adalah berusaha semaksimal mungkin untuk memasok terus produk susu Bear Brand agar dapat memenuhi permintaan konsumen,” ungkapnya. (dik/ted)






