Ponorogo (beritajatim.com) – Dua hari pelaksanaan PPKM Darurat, nampaknya belum berdampak pada penurunan kasus Covid-19 di bumi reyog. Dari data terakhir Dinkes Jatim tertanggal 4 Juli 2021, kasus aktif di Ponorogo mencapai 257 orang. Angka kematian pasien Covid-19 pun juga cukup tinggi, belum ada seminggu sudah ada 17 orang yang meninggal. Dengan rincian 4 orang (1 Juli), 3 orang (2 Juli), 5 orang (4 Juli), 5 orang (4 Juli).
Banyaknya pasien Covid-19 yang meninggal itu membuat keprihatinan Wakil Bupati Lisdyarita. Pada hari Senin (5/7) siang, dirinya bersama Forkopimda melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Ponorogo. Sidak di RSUD dr. Harjono, Ia mendapati beberapa pasien Covid-19 yang di rawat di tenda darurat BPBD yang dipasang di halaman rumah sakit.
“Kami kan banyak keluhan banyak pasien Covid-19 yang MD, makanya saya bersama Forkopimda melakukan sidak di sejumlah rumah sakit. Bagaimana BOR ICU dan Isolasinya, apakah masih mencukupi,” kata Wabup Lisdyarita, Senin (5/7/2021).
Dalam kesempatan itu, Bunda Rita panggilan akrab Lisdyarita juga bertanya kepada dokter, terkait donor plasma dari penyintas Covid-19. Apakah cara itu efektif untuk menyembuhkan pasien yang sedang terpapar. Penuhnya rumah sakit dengan pasien covid-19 ini, menandakan kondisi di Ponorogo rawan sekali. Hingga ada intruksi mendagri yang ditindaklanjuti dengan SE Bupati tentang pelaksanaan PPKM Darurat.
“Saya mohon masyarakat mengikuti PPKM Darurat ini. Memang tidak enak, ada pembatasan-pembatasan tetapi ya harus dijalani,” katanya.
Sementara itu, Direktur RSUD Dr Harjono Ponorogo Dr Made Jeren membenarkan bahwa ada sebagian pasien covid-19 yang dirawat di tenda darurat BPBD Ponorogo yang dipasang di halaman rumah sakit. Dia merinci, saat ini pihaknya merawat 98 pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Dari jumlah itu, sebanyak 69 pasien dirawat di ruang isolasi. Sementara sisanya masih berada di instalasi gawat darurat (IGD) dan tenda darurat.
“Kita tidak bisa menolak pasien. Sedangkan di ruang perawatan Covid-19 sudah penuh. Sehingga menunggu pasien sembuh di ruang perawatan, pasien transit dulu di tenda darurat,” kata Made.
Pasien Covid-19 yang berada di tenda darurat, juga tidak memungkinkan untuk menggelar isolasi mandiri (isoman) di rumah. Sebab mereka kebanyakan bergejala, sehingga memang harus dirawat di rumah sakit.
“Kami terus lakukan penambahan tempat tidur. Saat ini masih dalam proses penambahan. Jika sudah jadi nanti kapasitas perawatan Covid-19 bisa mencapai 131 tempat tidur,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”covid-ponorogo”]
Made menambahkan bahwa ketersediaan oksigen di rumah sakitnya masih cukup. Selain oksigen sentral, oksigen tabung pun juga tercukupi. Saat ini ada 26 tabung oksigen, jumlah itu akan bertambah setelah datang lagi sebanyak 30 tabung oksigen.
“Penggunaan tabung oksigen ini, rata-per hari bisa mencapai 20-25 tabung oksigen. Mudah-mudahan tidak ada tambahan kasus positif Covid-19 lagi, karena ruang perawatan juga masih penuh,” pungkasnya. [end/but]






