Jember (beritajatim.com) – Setelah menjabat Ketua Asosiasi Sepak Bola PSSI Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sutikno kini mendapat jabatan baru di dunia olahraga: Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Jember 2021-2025.
Pria asal Kecamatan Ambulu ini terpilih dalam musyawarah olahraga kabupaten, Sabtu (3/7/2021) kemarin, setahun sebelum penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur di Jember. Moncer dalam pekan olahraga itu merupakan target utamanya.
Dalam Porprov 2019, Jember berada di peringkat 24. Bupati Hendy Siswanto menargetkan Jember menjadi juara tahun depan. “Pak Bupati kita anggap sebagai orang tua, tak ingin anaknya dinomorduakan. Semua orang tua pasti ingin anaknya nomor satu. Kita sebagai anak harus berupaya bagaimana kita bisa memberikan yang terbaik untuk orang tua,” kata Sutikno.
Sutikno berharap seluruh atlet berjuang maksimal. “Semoga hasilnya seperti apa yang kita harapkan. Intinya kita ingin bagaimana lebih baik daripada kemarin. Syukur-syukur target bapak kita bisa tercapai. Kita realistis saja,” kata Sutikno.
Sebagai lanhkah awal. Sutikno ingin segera membentuk kepengurusan dan mulai bekerja. “Kita saling berlomba dengan waktu. Semoga kita bisa memberi yang terbaik kepada masyarakat Jember,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”koni-jember”]
“Untuk menghadapi porprov ke depan, KONI Jember akan begerak cepat, karena kabupaten sudah dua penganggaran APBD (untuk persiapan porprov), sedang kita baru mulai. Mereka sudah memasuki APBD ketiga, kita baru mulai,” kata Sutikno.
Sutikno akan melakukan konsolidasi basis data atlet, wasit, pelatih di semua cabang olahraga yang dinaungi KONI Jember. “Termasuk target dari cabor. Setelah bentuk pengurus, kita akan rapat kerja anggota, kita kumpulkan semua cabor/ Di situ kita minta pemaparan dari mereka: atletnya ada berapa, targetnya seperti apa, peluangnya bagaimana. Itu bisa jadi referensi kita,” katanya.
Dari situ akan diketahui skala prioritas persiapan. Atlet maupun cabor yang berpotensi kuat meraih medali akan diprioritaskan. “Dari segi TC (pemusatan latihan( dan faktor pendukung lainnya,” kata Sutikno. [wir/ted]






