Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Surabaya pada Kongres X yang digelar hari ini secara daring, Sabtu (3/7/2021).
Dari delapan calon yang maju, tersisa empat calon yang tetap melanjutkan ‘pertarungan’ berebut kursi Ketum IKA Unair. Hasilnya, dari total 94 suara yang masuk, Khofifah meraih 69 suara, Totok Lusida 13 suara, Abdul Kadir Jaelani 6 suara dan Dimas Oky Nugroho 3 suara.
Sedangkan, empat calon yang menyatakan mengundurkan diri dengan melampirkan surat bermaterai dan tanda tangan basah adalah Hendy Hendarto, Indra Nur Fauzi, dr Kohar dan dr Moh Adib.
Dinamika kontestasi menuju posisi Ketua Umum PP IKA UA (Universitas Airlangga) sudah selesai. Khofifah Indar Parawansa terpilih untuk menyandang posisi tersebut. Perempuan yang juga Gubernur Jawa Timur itu pun menyatakan siap mengemban amanah tersebut.
Khofifah merupakan lulusan Program Studi Ilmu Politik (sekarang FISIP) angkatan 1984. Dia mengawali pengabdiannya di dunia politik. Yakni, menjadi anggota DPR RI sejak 1992 hingga 2009 di antaranya dengan menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Kepala BKKBN.
Perempuan tersebut sempat menyandang ‘Singa Podium’ saat Sidang Umum MPR Tahun 1998 karena keberaniannya mengkritisi kebijakan rezim Orde Baru dengan mengusung pemikiran reformasi politik.
[berita-terkait number=”4″ tag=”calon-ketua-ika-unair”]
Kini, Khofifah juga menjadi Gubernur Jawa Timur. Beragam pekerjaan rumah sedang dia kerjakan. Sesuai cita-cita dan harapannya, Khofifah ingin mengajak semua elemen IKA-UA untuk berkolaborasi menyelesaikan pekerjaan tersebut. Mulai penanganan pandemi Covid-19 hingga pemulihan ekonomi Jawa Timur mupun nasional.
Perempuan yang pernah menjabat Menteri Sosial itu menyampaikan terima kasih kepada semua jajaran alumni IKA UA. Ucapan itu disampaikan setelah hasil Kongres X IKA UA menetapkan dirinya sebagai yang terpilih.
Menurut dia, pencalonan menuju siapa yang akan menjadi ketua sudah selesai. “Yang ada saat ini mari ber-fastabiqul khoirot (berlomba menuju kebaikan) untuk bersama-sama makin memajukan IKA UA dan Universitas Airlangga,” ujarnya.
Dia juga mengungkapkan IKA UA memiliki potensi yang luar biasa. Alumni UA yang sudah mewarnai pembangunan skala regional, nasional maupun internasional tentu merupakan potensi yang besar untuk terus di tumbuh-kembangkan. Karena itu, Khofifah memiliki komitmen mengoptimalkan potensi yang dimiliki IKA UA.
“Ini bentuk ihtiar bersama untuk makin membesarkan lembaga dan anggota IKA UA,” tutur perempuan yang pernah mendapat penghargaan dari Rektor Unair sebagai alumnus berprestasi oleh Rektor Prof. Dr. Puruhito ini.
Terpilihnya Khofifah mendapat sambutan positif dari beberapa kepala daerah yang juga alumni Universitas Airlangga.
Salah satunya Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari yang sekaligus alumnus FE Unair. Perempuan yang akrab disapa Ning Ita itu menilai Khofifah sebagai sosok yang humanis, cerdas dan penuh dedikasi. “Sangat tepat jika akhirnya beliau memimpin IKA UA,” pungkasnya. (tok/ted)






