Surabaya (beritajatim.com) – Sektor ekonomi kreatif terpukul selama masa pandemi, terutama apabila beririsan dengan sektor pariwisata. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak punya siasat yang terinspirasi dari obrolan dengan vokalis dan juga putra Emha Ainun Nadjib, Noe Letto.
“Dia menyampaikan bahwa kota-kota yang merupakan destinasin pariwisata sebenarnya memiliki karisma dan daya tarik, karena peran para seniman,” kata Emil, dalam acara Media Gathering Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina yang digelar secara daring, Kamis (24/6/2021).
Maka. lanjut Emil, dalam situasi sulit ini, semua pihak harus aktif memberi ruang bagi para seniman. “Saya benar-benar berharap kita bisa memberdayakan seniman-seniman di saat yang sulit seperti ini. Kita jangan berpikir komersial, karena seniman adalah bentuk kedaulatan budaya kita. Kalau kita bicara Trisakti, salah satunya adalah berkepribadian dalam kebudayaan. Jadi kalau kita tidak memperhatikan seniman, maka kita tidak meneruskan ajaran Bung Karno,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemprov-jatim”]
Pemerintah Provinsi Jawa Timur kemudian membuat semacam ‘league table’ atau liga. “Setiap segmen ada yang mendorong seniman wayang, seniman tari, seniman musik, dan lain sebagainya, seni pertunjukan. Ada semacam liga atau league table. Misalkan kalau saya senang wayang, maka di hotel ini, restoran ini, mereka peduli pelaku seni wayang. Karena saya senang wayang, saya datang ke sana. Kalau saya senang musik, saya datang ke tempat lain,” kata Emil.
Emil ingin para seniman diberi ruang agar tetap bisa berkarya. “Tentunya ini membutuhkan tindakan afirmatif dari kita semua. Syukur-syukur ada juga industri yang tumbuh di saat pandemi. Tontonan melalui OTT (Over The Top) platform semacam Netflix, Viu, dan lain-lain, industri film bergerak luar biasa, karena ada dorongan moral untuk mengonsumsi film secara digital,” katanya. [wir/kun]






