Mojokerto (beritajatim.com) – Selain memperkenalkan manajemen dan pelatih, logo AC Majapahit pun dilauncing, Jumat (11/6/2021). Desain logo karya Agung Santoso warga Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, terpilih menjadi pemenang I lomba desain logo AC Majapahit dari 272 desain logo yang masuk ke panitia.
Lomba desain logo yang digelar manajemen AC Majapahit resmi ditutup pada 6 Juni 2021 lalu. Total ada sebanyak 175 orang dengan 272 desain terkumpul di meja dewan juri untuk memperebutkan hadiah total senilai Rp35 juta. Ini lantaran satu peserta bisa mengirim desain logo lebih dari satu.
Ketua panitia lomba desain logo AC Majapahit, Unggul Akbar Muttaqien mengatakan, ada 175 peserta dengan 272 karya desain karena panitia memberikan kesempatan kepada setiap peserta untuk mengirim maksimal tiga karya. “Desain yang masuk ke email panitia semuanya berasal dari Mojokerto, baik kota maupun kabupaten,” ungkapnya.
Dari 272 karya ini dewan juri memutuskan 10 besar untuk kemudian dipilih lima pemenang. Masing-masing pemenang 1, pemenang 2, pemenang 3, harapan 1 dan harapan 2. Dewan juri sendiri terdiri dari Obed Bima Wicandra (akademisi Desain Komunikasi Visual UK Petra), Rochman Arief (jurnalis), dan Raja Siahaan (AC Majapahit).
“Pemenang I diraih Agung Santoso dari Kecamatan Puri, II diraih Yudha Ariyanto dari Kecamatan Pacet, Pemenang III diraih Ilham Bergas Pradana dari Kecamatan Jatirejo, Harapan I diraih Joko Agus Prayitno dari Kecamatan Pacet dan Harapan II diraih M Ihsan Nuruddin dari Kecamatan Kranggan,” katanya.
Panitia memilih logo pemenang berdasar filosofi serta visi dan misi yang diusung oleh AC Majapahit, yakni muda, milenial dan memiliki pride of Majapahit. Ada dua logo yang nantinya digunakan sebagai logo AC Majapahit dalam mengarungi kompetisi Liga 3 Jawa Timur.
Presiden Klub AC Majapahit, Raja Siahaan mengatakan desain para pemenang menjadi hak milik AC Majapahit dan akan dipergunakan untuk kepentingan klub. Dua desain karya pemenang rencananya akan dipergunakan oleh AC Majapahit sebagai logo resmi klub di federasi dan jersey pemain.
Logo pemenang I akan dipakai AC Majapahit sebagai logo organisasi untuk kepentingan administrasi seperti kop surat, stempel, dll yang hubungannya dengan PSSI dan pihak luar. Sementara logo pemenang II akan ditempel di jersey pemain yang dipakai saat latihan dan pertandingan resmi.
”Seperti halnya induk organisasi kita, PSSI menggunakan logo PSSI untuk kepentingan administrasi dengan organisasi di bawahnya, KONI, dan FIFA. Sementara logo di jersey pemain timnas Indonesia bukan logo PSSI, tp garuda. Nantinya AC Majapahit akan seperti itu, menggunakan dua logo,” ujarnya.
Sementara itu, pemanang I, Agung Santoso mengatakan, desain logo miliknya berupa lingkaran dan segi enam yang dikonbinasikan dengan Surya Majapahit. “Ada tulisan AC Majapahit dengan fonts yang punya unsur tegas, perkasa dan kuat. Seperti AC Majapahit yang diharapkan bisa tegas, perkasa dan kuat,” tuturnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ac-majapahit”]
Di atas persegi lima ada bintang berjumlah lima, lanjut Agung yang memiliki arti peringkat dengan tujuan agar AC Majapahit memiliki prestasi juara yang hebat. Ada tali pengikat di bagian surya Majapahit sebagai pengikat agar AC Majapahit tetap dibawah Surya Majapahit.
“Di bawah tulisan AC Majapahit ada bentuk atau pola menbentuk payung atau topi dan ada garis sebanyak 20 dan bola dengan bintang. Maksudnya AC Majapahit bisa memayungi pemain yang ada,” ucapnya menjelaskan filosofi desain logonya.
Para pemenang masing-masing mendapatkan hadiah berupa uang tunai Rp10 juta dan merchandise senilai Rp3 juta (pemenang I), Rp5 juta dan merchandise senilai Rp 3juta (pemenang II), Rp3 juta dan merchandise senilai Rp3 juta (pemenang III), serta masing-masing Rp1 juta dan merchandise senilai 3juta untuk harapan I dan II. [tin/but]







