Mojokerto (beritajatim.com) – Bermain hanya 10 orang, Mojosari Putra berhasil tekuk Ngawi FC dalam laga lanjutan Liga 3 Jatim Grup F berlangsung di Stadion Gajah Mada Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (13/11/2021) dengan skor 2-1. Meski bermain dengan 11 pemain, namun tim Ngawi FC menyebut tak dapat keberuntungan.
Asisten Pelatih Ngawi FC, Nanang Purwanto mengatakan, anak asuhnya sudah berusaha bermain maksimal meskipun hasilnya kalah dari tim Mojosari Putra. “Yang jelas kita sudah bermain semaksimal mungkin, bahkan anak-anak sudah bermain sangat luar biasa. Hanya keberuntungan kita saja yang belum ada,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”liga-3″]
Menurutnya, faktor keberuntungan yang belum memihak Ngawi FC. Ia mengakui permainan tim lawan, Mojosari Putra cukup bagus sehingga saat anak asuhnya mendapatkan banyak peluang namun tidak bisa tercipta gol. Menurutnya, anak asuhnya bahkan sudah memenangkan ball possion.
“Namun lagi-lagi faktor keberuntungan belum memihak kita. Dengan terjadinya kesalahan dapat kartu merah, semangat anak-anak ini justru muncul dengan tenaga barunya. Sangat luar biasa bahkan banyak sekali peluang yang tercipta dan terjadi gol. Tambah lagi semangatnya anak-anak,” katanya.
Di babak pertama, menurutnya, anak asuhnya telat di pemanasan. Meski anak asuhnya siap bertanding namun karena telat di pemanasan, detak jatung para pemainnya belum siap sehingga menit akhir babak pertama dan awal babak kedua baru bisa bermain maksimal meski hasilnya Ngawi FC kalah atas Mojosari Putra.
Sementara itu, Pelatih Kepala Mojosari Putra, Agus Supriyanto mengucap syukur karena pertandingan dimenangkan anak asuhnya. “Pertandingan kali ini, sangat berat karena bermain hanya dengan 10 orang. Pertandingan hari ini, memang formasi kita rubah, tidak seperti biasanya,” tuturnya.
Perubahan formasi tersebut dilakukan dengan tujuan Mojosari Putra ingin menguasai lapangan tengah. Sehingga anak asuhnya sedikit butuh waktu untuk menyesuaikan formasi yang diterapkan tim pelatih tersebut. Dengan 10 pemain setelah Dera Martha Adha mendapatkan kartu merah setelah melakukan pelanggaran terhadap pemain Ngawi FC, anak asuhnya cukup kelelahan.
“Mereka diserang habis-habisan, mungkin itu saja sehingga tercipta gol balasan. Anak-anak kurang mengendalikan emosinya jadi terjadi hal-hal seperti itu tadi (kartu merah, red). Untuk pertandingan selanjutnya, kita persiapkan lagi agar anak-anak siap menghadapi pertandingan selanjutnya,” ucapnya.
Masih kata Pelatih Kepala, pertandingan terakhir anak asuhnya akan bertemu dengan AC Majapahit pada, Selasa (16/11/2021) pekan depan. Menghadapi AC Majapahit, ia enggan membeberkan strategi yang akan diinstruksikan kepada anak asuhnya untuk menghadapi tim berjuluk Laskar Guntur Geni tersebut.
“Kalau itu rahasia perusahaan ya. Biar saya olah sendiri saja. Insya Allah kita akan berusaha. Kita optimis untuk menang. Kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenangkan pertandingan,” tegasnya. [tin/kun]







