Kediri (beritajatim.com) – Usai mendapatkan fasilitas gratis swab antigen sebagai syarat agar bisa kembali ke pondok dari Pemkab Kediri, kini lebih dari seribu santri asal Kabupaten Kediri telah kembali ke Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri. Ada lebih dari 1.000 santri yang berasal dari 26 kecamatan di Kabupaten Kediri.
Mereka telah kembali ke pondok pesantren lirboyo untuk menimba ilmu. Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Kediri melalui instruksi dari Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana telah memerintahkan Dinas Kesehatan untuk melalukan swab antigen secara gratis kepada santri yang akan kembali ke pondoknya masing masing.
[berita-terkait number=”5″ tag=”santri”]
Pelaksanaan swab antigen dilaksanakan oleh masing masing puskesmas di 26 kecamatan. Hasil yang menunjukkan negatif merupakan salah satu syarat yang harus dibawa oleh santri agar bisa kembali ke pondok. Tak hanya Pondok Lirboyo. Namun seluruh pondok yang akan di datangi santri juga memberlakukan persyaratan yang sama.
Proses kembalinya santri ke pondok melalui pemeriksaan dan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat. Pertama santri wajib membawa surat keterangan negatif swab antigen dari daerahnya masing masing. Kedua usai sampai cek suhu dengan batas maksimal 37,5 derajat. Selanjutnya santri wajib cuci tangan usai turun dari kendaraan serta wajib menjaga jarak dan wajib menggunakan masker secara benar.
Menurut salah satu pengurus Pondok Pesantren Lirboyo KH. Oing Abdul Muid, pihaknya sangat berterima kasih kepada bupati kediri karena telah memberikan fasilitas gratis swab antigen kepada seluruh santri asal Kabupaten Kediri.
Hal ini menunjukan sinergitas dan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat,” kata Gus Muid, sapaan akrabnya. Sesuai prosedur, santri yang telah kembali ke Pondok Lirboyo akan diberlakukan isolasi mandiri dikamar masing masing selama 3 hari. Jadwal pembelajaran tatap muka ajaran baru akan dimulai hari Senin esok. [adv kominfo/nm]






