Surabaya (beritajatim.com) – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI (Bakom RI) Mohammad Qodari buka suara soal pernyataan kontroversial Presiden Prabowo Subianto; yang menyebut Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) hingga jurnalis dengan sebutan “Londo Ireng”, Selasa (28/7/2026).
Pernyataan Prabowo soal julukan “Londo Ireng” itu menuai kritik dari banyak pihak. Baik kritik yang disampaikan oleh masyarakat luas (langsung atau melalui media sosial), kalangan akademisi, serta jurnalis dalam organisasi profesi.
Pernyataan kontroversial itu disampaikan Prabowo saat sedang berpidato dalam acara Harlah ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di JCC, Jakarta pada Kamis (23/7) pekan lalu.
Menanggapi hal itu, Bakom RI Qodari memberikan respons dengan nada ajakan agar masyarakat luas dapat mencermati secara keseluruhan dari pidato presiden yang disampaikan secara utuh.
Qodari beranggapan, bahwa dalam setiap pernyataan pidato presiden memiliki substansi yang positif untuk membela kepentingan rakyat.
“Mari kita lihat rangkaian pidato presiden semuanya, itu untuk membela kepentingan rakyat, konsisten sekali pidato presiden itu. Selalu berbicara meningkatkan kesejahteraan petani, taraf hidup petani, taraf hidup nelayan, ketahanan pangan, swasembada beras, ketahanan energi,” ujar Qodari di Surabaya pada Selasa (28/7/2026).
Selain membela soal ketahanan pangan, Qodari juga menyebutkan bahwa pemerintahan Prabowo telah berhasil mengupayakan proyek fisik Abadi Blok Masela yang sudah mandek sela 28 tahun sejak 1998.
“kemudian juga bagaimana Blok Masela sudah 28 tahun akhirnya dimulai kemudian bagaimana beliau mengungkap adanya praktik under invoicing transfer pricing yang merugikan negara setiap tahun Rp500 triliun-Rp600 triliun itu semua mau dihentikan,” jelas Qodari.
“Jadi insyaallah kita kalau fokus kepada substansi (pidatonya presiden), itu lah poin-poin yang sesungguhnya dari pidato Bapak Presiden,” imbuhnya.
Sementara, menanggapi lebih jauh soal desakan organisasi jurnalis yang meminta agar Presiden menyampaikan permintaan maaf atas pernyataan kontroversialnya tersebut. Qodari enggan memberikan komentar.
“lanjut ya, lanjut ya, acara berikutnya. Kita lihat saja substansinya teman-teman,” ucapnya. (rma/ian)






