Surabaya (beritajatim.com) – Tingkat kepuasan publik pada kinerja Presiden Prabowo Subianto kini menyentuh angka 51,1 persen. Persentasenya menurun 30,1 persen dalam sembilan bulan terakhir.
Pada November 2025 angka kepuasan Prabowo di angka 81,2 persen. Angka tersebut berdasarkan hasil survei terbaru yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 5-19 Juli 2026 bertajuk “Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden”.
Apa tanggapan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI (Bakom RI), Muhammad Qodari?
“Iya, jadi begini. Pertama, yang namanya survei itu dia potret opini publik. Dia dinamis. Bisa naik, bisa turun. Jadi, kalau kemarin beberapa bulan yang lalu seperti di laporan SMRC itu 80 persen, sekarang 50 persen, ya Insyaallah nanti 80 persen lagi. Yang kedua, tentu kita tunggu riset-riset yang lain yang bisa dijadikan sebagai perbandingan, karena sesungguhnya kalau kita melihat eh fundamental ekonomi sangat bagus,” tuturnya kepada wartawan usai meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya, Selasa (28/7/2026) petang.
“Pertumbuhan ekonomi 5 persen lebih, 5,6 persen. Kemudian inflasi kita juga terkendali 3 persen. Jadi, indikator-indikator ekonomi juga semua bagus. Secara politik juga kita sangat kokoh. Koalisinya besar, semua mendukung program-program dari Bapak Presiden,” imbuhnya.
Menurut dia, pada hari ini yang direncanakan dan dicita-citakan bangsa menjadi kenyataan. “Jadi, kita harusnya dengan realisasi, dengan capaian-capaian yang sudah begitu banyak mulai dari swasembada pangan ya. Eh tingkat kesejahteraan petani yang meningkat, kemudahan untuk bisa mendapatkan pupuk ya, kampung nelayan, berbagai macam program bantuan kepada masyarakat. Harusnya tingkat dukungan itu sangat tinggi. Jadi, kita lihat perkembangan ke depan,” tuturnya.
“Tapi kita menerima dan merespons semua masukan sebagai sesuatu yang berharga untuk melakukan perbaikan kinerja,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, Minggu (26/7/2026), mengatakan publik yang merasa tidak atau sangat tidak puas pada kinerja Presiden Prabowo meningkat dari 16 persen pada survei November 2025 menjadi 46,9 persen pada survei Juli 2026.
Survei tersebut juga menemukan sekitar 4,8 persen warga merasa sangat puas pada kinerja presiden, sedangkan 46,3 persen warga merasa cukup puas, 35 persen kurang puas, 11,9 persen tidak puas sama sekali, dan 2,1 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
Deni mengatakan penurunan tingkat kepuasan publik ini berhubungan erat dengan evaluasi negatif warga pada kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum.
Untuk diketahui survei dilakukan pada 5-19 Juli 2026.
Adapun populasi survei ini adalah seluruh warga Indonesia yang punya hak pilih. Sebanyak 749 dari mereka dipilih secara random. Survei dilakukan dengan wawancara melalui telepon dan tatap muka. Adapun margin of error survei ini sebesar +/- 3.7 persen. Untuk melihat perbedaan signifikan, maka perbedaan itu harus minimal 2x margin of error (7,4 persen). (tok/but)






