Surabaya (beritajatim.com) – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono mengingatkan seluruh kader untuk tidak melupakan sejarah perjuangan partai di tengah dinamika politik nasional yang terus berkembang.
Menurutnya, peringatan 30 tahun Peristiwa Kudatuli harus menjadi momentum memperkuat soliditas partai sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai tantangan politik, baik yang datang dari internal maupun eksternal.
“Namun pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan pembangunan mental kader. Karena itu, memahami sejarah perjuangan partai menjadi sangat penting,” kata Deni Wicaksono saat Peringatan Kudatuli sekaligus tasyakuran relokasi kantor sementara DPD PDIP Jawa Timur ke Jalan Jemur Andayani, Surabaya, Minggu (26/7/2026).
Deni mengatakan relokasi kantor sementara DPD PDIP Jatim dari kawasan Kendangsari Industri bukan sekadar perpindahan lokasi kerja. Dia menilai pembangunan gedung yang lebih representatif harus diimbangi dengan penguatan ideologi dan mental kader agar partai tetap memiliki fondasi yang kokoh menghadapi dinamika politik.
“Kita harus mengingat bahwa partai ini pernah diperlakukan sedemikian rupa pada Peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996,” kata Wakil Ketua DPRD Jatim ini.
Kegiatan yang diawali dengan santunan kepada anak yatim dan tumpengan tersebut juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh kader banteng moncong putih. Deni mengingatkan sejarah perjuangan partai tidak boleh dilupakan karena menjadi pijakan dalam menjaga arah perjuangan politik.
“Jas Merah atau Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah harus menjadi pegangan seluruh kader. Sejarah perjuangan partai harus terus diingat sebagai fondasi dalam setiap langkah politik,” ujar dia.
Menurut Deni, pengalaman yang dialami PDIP pada Peristiwa Kudatuli tidak boleh dipandang sekadar sebagai catatan sejarah. Peristiwa tersebut harus menjadi pelajaran agar seluruh kader tetap menjaga kekompakan dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai bentuk intervensi politik.
“Jadi, kita harus mewaspadai, mengantisipasi, dan menyatukan niat serta tekad. Apa pun godaan dan gangguan, baik dari dalam maupun dari luar, kita harus tetap mengutamakan kepentingan partai,” imbuh dia.
Acara tersebut turut dihadiri politikus senior PDIP, di antaranya Saleh Mukadar dan Wardoyo, serta jajaran anggota Fraksi PDIP DPRD. Peringatan 30 tahun Peristiwa Kudatuli juga dilaksanakan secara serentak di seluruh kantor DPC PDIP se-Jawa Timur sebagai upaya memperkuat konsolidasi organisasi.
“Dengan memahami sejarah perjuangan partai, kader akan memiliki semangat yang sama untuk menjaga soliditas organisasi dan menghadapi setiap tantangan politik ke depan,” pungkas Deni.[asg/ted]






