Bondowoso (beritajatim.com) – Sebuah mobil terbakar saat pemiliknya mengisi bahan bakar minyak (BBM) dari jeriken di Desa Cangkring, Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso, Minggu (26/7/2026) pagi.
Kobaran api kemudian merembet ke rumah milik Sukandar yang berada di sampingnya.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kebakaran menghanguskan sebagian mobil dan rumah dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp25 juta.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Bondowoso, Vara Tedy, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Laporan dari warga diterima petugas sekitar pukul 10.21 WIB.
Berdasarkan hasil asesmen petugas, kebakaran bermula saat Ferdian mengisi bensin dari jeriken ke tangki mobil. Saat proses pengisian berlangsung, mesin kendaraan masih dalam kondisi menyala.
“Diduga muncul percikan api dari bagian aki atau sistem kelistrikan kendaraan yang kemudian menyambar uap bensin dan jeriken yang berisi BBM. Api dengan cepat membesar, membakar bagian jok mobil, lalu merembet ke rumah milik Sukandar, yang merupakan kakek Ferdian,” ujar Vara Tedy.
Menerima laporan tersebut, petugas Damkar langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan pendataan. Saat petugas tiba, api telah berhasil dipadamkan warga sehingga petugas fokus melakukan pemeriksaan serta pendataan kerusakan.
“Dari hasil asesmen, tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Kerugian material diperkirakan sekitar Rp25 juta,” katanya.
Vara mengimbau masyarakat agar selalu mematikan mesin kendaraan saat mengisi bahan bakar, termasuk ketika mengisi dari jeriken. Menurutnya, bensin merupakan bahan yang sangat mudah terbakar sehingga percikan kecil dari sistem kelistrikan kendaraan dapat memicu kebakaran.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak mengisi BBM ketika mesin kendaraan masih hidup. Pastikan juga proses pengisian dilakukan di tempat yang aman dan jauh dari sumber api maupun percikan listrik agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya. (awi/ted)






