Ringkasan Berita:
- Wali Kota Mojokerto mengingatkan masyarakat mewaspadai modus baru peredaran narkoba yang menyasar anak-anak dan remaja.
- Edukasi dilakukan melalui Program Kampung Bersinar bersama BNN Kota Mojokerto.
- Ning Ita menyebut narkoba kini dapat disamarkan dalam cairan vape hingga permen.
- Sekitar 80 persen penghuni Lapas Kelas IIB Mojokerto merupakan narapidana kasus narkotika.
Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, mengingatkan masyarakat agar semakin waspada terhadap berbagai modus baru penyalahgunaan narkoba yang terus berkembang dan kini menyasar anak-anak hingga remaja. Upaya pencegahan tersebut diperkuat melalui Program Kampung Bersinar (Bersih Narkoba) yang dilaksanakan secara bertahap di seluruh kelurahan di Kota Mojokerto.
Pesan tersebut disampaikan Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita saat menghadiri kegiatan Korve Indonesia Asri yang dirangkaikan dengan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Taman Suromulang, Kelurahan Surodinawan, Jumat (24/7/2026). Kegiatan tersebut digelar bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Bike to Work dari Rumah Rakyat menuju Taman Suromulang. Setibanya di lokasi, Ning Ita bersama Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidarta Arisandi (Cak Sandi), Kepala BNN Kota Mojokerto AKBP Damar Bastiar, Sekretaris Daerah, serta jajaran Pemerintah Kota Mojokerto mengikuti kerja bakti membersihkan kawasan taman sebagai bagian dari agenda Korve Indonesia Asri.
Dalam kesempatan itu, Ning Ita menegaskan masyarakat tidak lagi bisa menganggap narkoba hanya berbentuk sabu, ganja, atau pil ekstasi. Menurutnya, para pelaku kini menggunakan berbagai modus baru yang lebih sulit dikenali untuk mengedarkan narkotika.
“Saat ini bentuk narkoba terus berkembang. Ada yang dicampurkan ke cairan vape hingga permen yang menyasar anak-anak. Karena itu tugas kita adalah membentengi keluarga, menjaga anak-anak, dan tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, sosialisasi P4GN merupakan bagian dari implementasi Program Kampung Bersinar yang digelar secara bergilir di seluruh kelurahan. Program tersebut menjadi bentuk kolaborasi Pemerintah Kota Mojokerto dan BNN dalam memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui edukasi kepada masyarakat.
Selain memberikan pemahaman mengenai berbagai jenis narkotika dan ciri-ciri penyalahgunaan, kegiatan tersebut juga membekali masyarakat dengan mekanisme pelaporan kepada BNN apabila menemukan dugaan peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.
Ning Ita juga menyoroti tingginya jumlah narapidana kasus narkotika di Lapas Kelas IIB Mojokerto. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peringatan serius bahwa upaya pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Sekitar 80 persen penghuni Lapas Kelas IIB Kota Mojokerto merupakan kasus narkoba. Ini menjadi alarm bagi kita semua bahwa pencegahan harus dimulai dari keluarga dan lingkungan. Peran masyarakat sangat penting untuk mengenali, mencegah, dan melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.
Korve Indonesia Asri sendiri merupakan agenda rutin Pemerintah Kota Mojokerto yang dilaksanakan setiap Jumat. Kegiatan diawali dengan Bike to Work dan dilanjutkan kerja bakti di berbagai lokasi sebagai upaya membangun budaya hidup sehat, meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, sekaligus memperkuat interaksi antara pemerintah dan masyarakat. [tin/beq]






