Ringkasan Berita :
* Bertepatan dengan Hari Anak Nasional 2026, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memberikan Beasiswa Prestasi jenjang SMP–SMA dan paket ibadah umrah kepada Ibrahim Al Abrar, siswa SD asal Boyolali Utara yang berprestasi di bidang IT dan sains hingga mendapat apresiasi dari NASA.
* Langkah ini memperkuat komitmen BSI Scholarship, program berbasis zakat korporasi yang sejak 2021 telah menjangkau lebih dari 10.162 penerima manfaat (7.962 mahasiswa dan 2.200 pelajar) di 188 perguruan tinggi dan 1.170 sekolah, dengan 1.500 alumni yang telah berkarier.
* Pada tahun 2026, BSI kembali membuka kuota bagi 5.250 pelajar dan mahasiswa dari keluarga prasejahtera berprestasi untuk mencetak generasi digital Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.
——————————————————;—
Surabaya (beritajatim.com) – Memperingati Hari Anak Nasional 2026, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menunjukkan komitmen strategis dalam membangun fondasi sumber daya manusia (SDM) digital masa depan Indonesia. BSI secara resmi menganugerahkan Beasiswa Prestasi serta hadiah apresiasi berupa paket ibadah umrah kepada Ibrahim Al Abrar, siswa sekolah dasar asal Boyolali Utara, Jateng, yang berhasil mencuri perhatian dunia hingga memperoleh apresiasi khusus dari badan penerbangan dan antariksa Amerika Serikat, National Aeronautics and Space Administration (NASA).
Di usia yang masih sangat muda, Abrar menunjukkan kapabilitas luar biasa dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi informasi (IT). Capaian mendunia ini menjadi bukti nyata bahwa anak-anak Indonesia memiliki bibit keunggulan berdaya saing global apabila diberikan ruang pendampingan, sarana, dan kesempatan pendidikan yang tepat.
Bentuk dukungan yang diberikan BSI mencakup pembiayaan penuh pendidikan Abrar secara berkelanjutan dari jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), serta memfasilitasi keberangkatan Abrar bersama kedua orang tuanya ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umrah.
Dukungan tersebut dirancang sebagai pijakan utama bagi Abrar untuk terus memperdalam riset dan kemampuan di bidang teknologi informasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence), pemrograman (coding), serta inovasi digital.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa investasi pada anak-anak berprestasi merupakan langkah krusial bagi masa depan bangsa di tengah pesatnya kompetisi teknologi global.
“Prestasi Ibrahim Al Abrar membuktikan bahwa anak-anak Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk menjadi inovator kelas dunia. Ini adalah Langkah Emas BSI untuk memastikan talenta tersebut memperoleh akses pendidikan, pendampingan, dan kesempatan berkembang. Melalui Beasiswa Prestasi ini, BSI ingin hadir sebagai bagian dari perjalanan lahirnya generasi digital Indonesia yang akan membawa bangsa semakin kompetitif di tingkat global,” ujar Anggoro.
Inisiatif ini sejalan dengan peran BSI sebagai Sahabat Finansial, Sosial, dan Spiritual, sekaligus wujud implementasi nilai-nilai maqashid syariah melalui penguatan dan pemberdayaan sektor pendidikan sejak usia dini.
Komitmen BSI dalam mencerdaskan kehidupan bangsa diwujudkan secara terukur dan berkelanjutan melalui program BSI Scholarship. Diinisiasi sejak tahun 2021, BSI Scholarship kini tumbuh menjadi salah satu program beasiswa berbasis zakat korporasi terbesar di Indonesia.
Berikut adalah pencapaian statistik dan jangkauan program BSI Scholarship:
* 10.162 Total Penerima Manfaat: Terdiri atas 7.962 mahasiswa dan 2.200 pelajar di seluruh Indonesia.
* Jangkauan Institusi Luas: Menjangkau 188 perguruan tinggi dan 1.170 sekolah dari berbagai daerah.
* 1.500 Alumni Terserap: Sebanyak 1.500 awardee telah menyelesaikan studi dan kini aktif berkarier di berbagai perusahaan nasional terkemuka maupun melanjutkan pendidikan tinggi.
* Inkubasi Kapasitas Holistik: Tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan dan uang saku, program ini dibekali pelatihan kepemimpinan (leadership), penguatan karakter spiritual, literasi ekonomi syariah, pengabdian masyarakat, hingga persiapan karier.
* Target Ekspansi 2026: Pada tahun 2026, BSI kembali membuka kesempatan bagi 5.250 pelajar dan mahasiswa dari keluarga prasejahtera berprestasi.
Melalui langkah berkesinambungan ini, BSI meyakini bahwa keterbatasan finansial tidak boleh menjadi penghalang lahirnya calon ilmuwan, insinyur, programmer, peneliti, maupun inovator masa depan Indonesia.[rea]






