Ringkasan Berita
* Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Provinsi (DK3P) Jawa Timur menyelenggarakan pelatihan dan simulasi Disabilitas Awareness K3 bagi 30 pekerja penyandang disabilitas di Batik Wistara, Surabaya.
* Kegiatan ini bertujuan memperluas penerapan budaya K3 yang inklusif, memastikan hak perlindungan keselamatan yang setara, serta melatih kesiapsiagaan tanggap darurat di tempat kerja.
* Selain pembekalan teori dan simulasi kebakaran, DK3P Jatim juga menyerahkan bantuan sarana penunjang K3 seperti APAR dan peralatan P3K.
———————————————————
Surabaya (beritajatim.com) — Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Provinsi (DK3P) Jawa Timur terus mendorong penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ramah bagi semua golongan. Melalui agenda Disabilitas Awareness K3 bertajuk “K3 Inklusif: Keselamatan Tanpa Batas, Kesempatan Tanpa Diskriminasi”, DK3P Jatim menggelar edukasi serta simulasi keselamatan kerja bagi puluhan pekerja disabilitas di Batik Wistara, Rungkut, Surabaya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen DK3P Jatim dalam memastikan hak keselamatan, perlindungan kesehatan, dan perlakuan setara di tempat kerja bagi seluruh pekerja, termasuk kelompok rentan.
Wakil Ketua DK3P Jawa Timur, Edi Priyanto, menegaskan bahwa penerapan K3 tidak boleh sebatas pemenuhan regulasi di atas kertas. Standar keselamatan harus mampu dijangkau dan melindungi setiap pekerja tanpa terkecuali.
“K3 merupakan hak dasar setiap pekerja, termasuk penyandang disabilitas. Perusahaan tidak hanya dituntut membuka kesempatan kerja, tetapi juga harus menyediakan lingkungan kerja yang aman, sehat, aksesibel, dan siap dalam kondisi darurat,” ujar Edi.
Ia menambahkan, ketika sebuah perusahaan berhasil melindungi pekerja disabilitas dengan baik, secara otomatis standar keselamatan bagi seluruh pekerja di tempat tersebut juga ikut meningkat.
Pelatihan diikuti sekitar 30 pekerja disabilitas dan pengelola dari Batik Wistara (Yayasan AORA). Rangkaian acara dirancang secara interaktif dan aplikatif:
* Safety Induction: Pembekalan awal mengenai jalur evakuasi, titik kumpul (assembly point), dan tata tertib keselamatan.
* Materi Awareness K3: Identifikasi potensi bahaya, pengelolaan risiko, penyediaan fasilitas aksesibel, serta perilaku kerja aman.
* Simulasi Kebakaran: Praktik langsung penanganan keadaan darurat, teknik evakuasi mandiri, dan koordinasi saat terjadi risiko bencana di tempat kerja.
Guna mendukung keberlanjutan sistem keselamatan di Batik Wistara, DK3P Jatim turut menyerahkan bantuan fasilitas K3 berupa Alat Pemadam Api Ringan (APAR), kotak P3K, serta rambu stiker jalur evakuasi dan titik kumpul.
Langkah strategis ini disambut hangat oleh pihak manajemen maupun para pekerja. Yosi, perwakilan manajemen Batik Wistara, mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk pengakuan atas hak keselamatan yang setara bagi pekerja disabilitas.
Hal senada disampaikan oleh Devi, salah satu peserta pelatihan.
“Selama ini kami lebih banyak menerima pelatihan keterampilan kerja, sementara edukasi keselamatan masih terbatas. Melalui kegiatan ini, kami paham cara melindungi diri dan tahu apa yang harus dilakukan saat darurat. Kami merasa sangat dihargai,” tuturnya.
Melalui program K3 Inklusif ini, DK3P Jawa Timur berharap praktik baik tersebut dapat direplikasi oleh berbagai sektor usaha di Jawa Timur guna mewujudkan Sistem Manajemen K3 (SMK3) yang adaptif, berkeadilan, dan berkelanjutan.[rea]






