Jakarta [beritajatim.com) – Harga emas batangan di pasar domestik kembali mencatatkan penguatan pada perdagangan Kamis (23/7/2026). Kenaikan terjadi hampir di seluruh produk emas, mulai dari Logam Mulia Antam hingga emas yang dipasarkan melalui Pegadaian seperti Antam, UBS, dan Galeri24.
Lonjakan harga ini menjadi kabar baik bagi investor yang telah menyimpan emas sebagai instrumen investasi jangka panjang. Di tengah dinamika ekonomi global dan pergerakan nilai tukar, logam mulia kembali menunjukkan daya tariknya sebagai aset lindung nilai (safe haven).
Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga emas Antam Logam Mulia ukuran 1 gram naik Rp34.085 menjadi Rp2.641.588 per gram. Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam juga mengalami kenaikan cukup signifikan sebesar Rp54.000, sehingga berada di level Rp2.386.000 per gram.
Kenaikan harga buyback tersebut memberikan keuntungan lebih besar bagi masyarakat yang berencana menjual kembali emas yang dimilikinya.
Harga Emas Pegadaian Ikut Menguat
Tak hanya Antam Logam Mulia, harga emas yang dipasarkan melalui Pegadaian juga bergerak naik secara serempak.
Berikut rincian harga emas per gram pada Kamis (23/7/2026):
Antam Logam Mulia Rp2.641.588
Galeri24 Rp2.619.000
UBS Rp2.632.000
Antam Pegadaian Rp2.741.000
Buyback Antam Rp2.386.000
Penguatan yang terjadi hampir merata menunjukkan permintaan terhadap logam mulia masih cukup tinggi, sekaligus mencerminkan sentimen positif di pasar emas.
Masih Menjadi Instrumen Investasi Favorit
Emas hingga kini tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati masyarakat Indonesia. Selain relatif mudah diperjualbelikan, emas juga dikenal memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan instrumen investasi lain saat kondisi ekonomi bergejolak.
Kenaikan harga pada perdagangan hari ini semakin mempertegas peran emas sebagai aset pelindung nilai ketika ketidakpastian ekonomi dan fluktuasi pasar keuangan meningkat. Investor jangka panjang umumnya memanfaatkan momentum seperti ini untuk mengevaluasi strategi investasi mereka, baik melalui pembelian bertahap (dollar cost averaging) maupun mempertahankan kepemilikan emas hingga harga bergerak lebih tinggi.
Investor Perlu Memperhatikan Selisih Harga
Bagi masyarakat yang ingin berinvestasi emas, terdapat dua harga yang perlu diperhatikan, yakni harga jual saat membeli emas dan harga buyback ketika menjualnya kembali.
Selisih kedua harga tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan potensi keuntungan investasi. Oleh karena itu, investor disarankan berorientasi pada investasi jangka menengah hingga panjang agar dapat memaksimalkan potensi kenaikan nilai emas seiring waktu.
Dengan tren kenaikan yang terjadi pada perdagangan hari ini, emas kembali memperlihatkan posisinya sebagai salah satu instrumen investasi yang tetap diminati di tengah ketidakpastian ekonomi global. Para pelaku pasar kini akan mencermati perkembangan harga emas dunia dan pergerakan nilai tukar rupiah yang berpotensi memengaruhi arah harga logam mulia dalam beberapa hari ke depan. [aje]






