Pasuruan (beritajatim.com) – Kepedulian sosial terhadap warga penyandang disabilitas berat akibat keterbatasan akses pengobatan masa lalu terus digerakkan oleh lembaga amil zakat di wilayah perkotaan.
Langkah nyata ini diwujudkan guna meringankan beban hidup keluarga prasejahtera yang bertahun-tahun merawat anggota keluarganya secara mandiri.
Pendampingan secara konsisten diberikan agar pemenuhan kebutuhan gizi serta pemeriksaan kesehatan berkala bagi warga kurang mampu dapat tetap berjalan dengan baik.
Kehadiran para relawan di tengah pemukiman padat menjadi secercah harapan baru bagi pemulihan kondisi fisik maupun psikologis para penyintas sakit menahun.
“Berbagai cara sudah kami tempuh agar Alwi normal kembali, tapi tidak membuahkan hasil. Kami ini orang kecil belum bisa dipandang orang, alhamdulillah LMI masih peduli dengan keadaan kami,” ungkap ibunda korban, Riana.
Dirinya menceritakan kepedihan yang menimpa anak semata wayangnya, Mochammad Alwi (43), warga Kelurahan Sekargadung RT 01 RW 01, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, yang telah mengalami kelumpuhan total selama sekitar 37 tahun.
Dukungan finansial dan logistik yang berhasil dihimpun kemudian diserahkan secara langsung kepada pihak keluarga dengan disaksikan oleh perwakilan tokoh masyarakat setempat. Penyaluran santunan ini merupakan hasil kolaborasi aktif antara pihak lembaga dengan platform penggalangan dana digital terpercaya di Indonesia.
Pihak panitia berharap paket bantuan ini dapat memotong rantai kesulitan akomodasi saat keluarga harus mengantarkan pasien melakukan kontrol rutin ke fasilitas kesehatan. Kondisi ekonomi orang tua Alwi yang hanya bekerja sebagai buruh tani selama ini membuat pemeliharaan kesehatan sang anak kerap tersendat.
“Bantuan ini akan kami gunakan sebaik mungkin untuk kebutuhan kontrol dan pengobatan di rumah sakit. Semoga para donatur diluaskan rezekinya dan diberi kesehatan lahir batin,” harap Riana penuh syukur saat menerima kedatangan tim relawan.
Melalui bantuan modal kesehatan tersebut, dirinya merasa tidak lagi berjuang sendirian dalam merawat anaknya yang lumpuh sejak terserang demam kejang di usia enam tahun pada era 1980-an silam.
Aksi sosial yang berlangsung khidmat pada Senin (13/07/2026) ini mencakup pembagian paket sembako, nutrisi khusus penunjang daya tahan tubuh, serta sejumlah dana tunai operasional medis. Informasi awal mengenai kondisi memprihatinkan keluarga Abdul Wahid ini didapatkan LMI melalui laporan cepat dari petugas penyuluh Dinas Sosial setempat.
Laznas LMI Pasuruan berkomitmen untuk terus mengawal perkembangan kesehatan Mochammad Alwi melalui program pemantauan berkala yang melibatkan tenaga medis profesional. Sinergi kemanusiaan ini diharapkan dapat terus meluas agar mampu menyisir warga pinggiran kota lainnya yang belum tersentuh jaminan sosial dasar. (ada/ted)






