Magetan (beritajatim.com) – Memasuki Tahun Ajaran Baru 2026/2027, tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Magetan kembali mengoperasikan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah sempat berhenti selama masa libur sekolah.
Sejak 13 Juli 2026, ribuan pelajar kembali menerima makanan bergizi yang diprioritaskan memenuhi standar keamanan pangan (food safety).
Tiga dapur MBG yang dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari tersebut melayani total 6.818 penerima manfaat. Rinciannya, SPPG Polres Magetan 1 di Desa Buluharjo, Kecamatan Plaosan melayani 2.369 penerima manfaat, SPPG Polres Magetan 2 di Kecamatan Poncol sebanyak 2.051 penerima manfaat, dan SPPG Polres Magetan 3 di Kecamatan Ngariboyo sebanyak 2.398 penerima manfaat.
Sebelum distribusi kembali dimulai, Polres Magetan melakukan supervisi menyeluruh terhadap kesiapan operasional seluruh dapur. Kegiatan dipimpin Wakapolres Magetan Kompol Dodik Wibowo mewakili Kapolres Magetan AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa.
Pengecekan meliputi kesiapan sarana dan prasarana, profesionalisme tenaga pengelola, kualitas bahan baku makanan, standar kebersihan dapur, hingga pelaksanaan food safety oleh Tim Dokkes Polres Magetan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses penyediaan makanan memenuhi standar operasional yang telah ditetapkan.
Wakapolres Magetan Kompol Dodik Wibowo mengatakan, beroperasinya kembali tiga dapur SPPG merupakan bentuk komitmen Polres Magetan dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
“Kembalinya operasional tiga dapur SPPG Polres Magetan menjadi wujud konsistensi Polres Magetan dalam mendukung program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah serta para penerima manfaat lainnya. Kami ingin memastikan seluruh layanan kembali berjalan optimal sejak awal tahun ajaran baru,” ujarnya.
Menurut Dodik, aspek keamanan pangan menjadi perhatian utama selama proses penyediaan hingga pendistribusian makanan kepada para penerima manfaat.
“Standar Operasional Prosedur (SOP) distribusi MBG tetap kami laksanakan secara konsisten, mulai dari pemeriksaan food safety oleh Dokkes Polres Magetan, pemilihan bahan baku yang layak, segar, dan bergizi, proses pengolahan makanan yang higienis, hingga pendistribusian ke sekolah-sekolah dan para penerima manfaat. Kami ingin memastikan setiap makanan yang diterima benar-benar aman, sehat, dan memberikan manfaat bagi tumbuh kembang anak-anak,” katanya.
Selain memastikan kualitas makanan, supervisi juga difokuskan pada kebersihan dapur, efisiensi distribusi, serta ketepatan waktu pengiriman agar makanan diterima siswa dalam kondisi segar dan layak konsumsi.
Dengan kembali beroperasinya tiga SPPG tersebut, Polres Magetan berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat terus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, mendukung tumbuh kembang generasi muda, serta memperkuat upaya menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. [fiq/ted]

as a preferred source on Google




