Surabaya (beritajatim.com) – Proses pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali terus dilakukan tim Basarnas bersama unsur SAR gabungan.
Hingga Kamis (3/7/2025) siang ini, total 65 penumpang dengan rincian 31 orang selamat dan 4 orang meninggal dunia.
Kepala Kantor Basarnas Surabaya, Nanang Sigit, mengungkapkan bahwa korban selamat ditemukan di beberapa titik perairan sekitar wilayah Gilimanuk hingga Klimanur.
“Penemuan korban selamat ada yang menggunakan life jacket, ada juga yang terdampar di pantai dengan selamat. Mereka memang berusaha bertahan dengan alat bantu seadanya,” jelas Nanang Sigit, Kamis (3/7/2025).
Menurutnya, para korban selamat langsung dievakuasi dan dikumpulkan di Pelabuhan ASDP Gilimanuk. “Kondisi mereka umumnya sehat, meski beberapa mengalami kelelahan dan dehidrasi ringan. Tim medis sudah menangani semuanya,” tambahnya.
Sementara itu, empat korban meninggal ditemukan di lokasi yang berdekatan di perairan Cilimanuk. “Tiga korban ditemukan berdekatan, sedangkan satu lainnya terpisah tidak jauh dari titik penemuan pertama. Jenazah sudah dibawa ke RSUD Jembrana untuk penanganan lebih lanjut,” terang Nanang.
Terkait pola operasi pencarian, Basarnas menerapkan pola penyisiran di radius enam nautical mile dari lokasi kejadian.
Namun seiring perkembangan penemuan korban, area pencarian terus diperluas. “Kalau hari ini masih ada korban yang belum ditemukan, area akan kami perluas lagi, karena ada kemungkinan korban terbawa arus atau gelombang,” kata Nanang.
Untuk mendukung upaya SAR, Basarnas telah mengerahkan 15 kapal penyisir, termasuk KRI KMSAR Permadi dari Surabaya dan KMSAR Emina dari Denpasar.
“Selain kapal, kami juga mengerahkan helikopter yang sore ini dijadwalkan tiba di Ketapang. Dari udara, visibilitas akan lebih luas sehingga diharapkan dapat membantu mempercepat pencarian,” jelasnya.
Nanang menegaskan, fokus pencarian saat ini masih di permukaan laut. “Kondisi kapal tenggelam total. Ada kemungkinan korban masih terjebak di dalam kapal, tapi kami prioritaskan pencarian di permukaan lebih dulu,” ujarnya.
Terkait penyebab tenggelamnya kapal, Basarnas belum dapat memberikan keterangan pasti. “Kami hanya menerima informasi awal, katanya kapal sempat miring dan sulit dihubungi. Soal penyebab pasti, itu ranah pihak berwenang lainnya,” pungkas Nanang.
Proses pencarian akan terus dilanjutkan hingga seluruh penumpang berhasil ditemukan. Basarnas juga mengimbau seluruh kapal penyeberangan yang melintas di Selat Bali untuk waspada dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda korban di perairan. (ted)






