Ringkasan Berita
*PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) menyelenggarakan pembekalan keselamatan kerja (K3) secara daring bagi kadet pelayaran yang mengikuti program praktik laut di 55 wilayah kerja perusahaan dari Malahayati hingga Merauke.
* Dalam setahun terakhir, program ini telah meluluskan 195 kadet dari berbagai sekolah kemaritiman di Indonesia. Selain membekali kadet dengan pengenalan navigasi dan mesin kapal (seperti di KT. BIMA 315 Surabaya), pembekalan ini menekankan kedisiplinan APD dan kewaspadaan terhadap risiko “TER” (Ter-potong, Ter-bakar, Ter-tusuk) demi mencetak pelaut muda yang tangguh, andal, dan mengutamakan keselamatan kerja
—————————————————-
Surabaya (beritajatim.com)– PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang *Marine, Equipment, Port Services, Shipyard & Dredging* (MEPS), menggelar pembekalan keselamatan kerja bagi kadet atau taruna pelayaran secara daring. Kegiatan ini merupakan bagian dari program praktik laut yang memberikan kesempatan emas bagi calon pelaut untuk terjun langsung di atas Kapal Tunda dan Kapal Pandu. Tidak tanggung-tanggung, operasional ini tersebar di 55 wilayah kerja Pelindo Marine, membentang luas dari Malahayati hingga Merauke. Pembekalan ini bertujuan memastikan para kadet memahami aspek keselamatan kerja (safety), budaya kerja, serta standar operasional sebelum resmi bertugas di atas kapal.
Pendidikan maritim yang berkesinambungan menjadi fokus utama Pelindo Marine. Dalam satu tahun terakhir saja, perusahaan telah menerima dan meluluskan 195 kadet dari puluhan sekolah kemaritiman di seluruh Indonesia.
Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko PT Pelindo Marine Service, Lia Indi Agustiana, menjelaskan bahwa langkah ini adalah kontribusi nyata perusahaan dalam mencetak generasi pelaut tangguh.
“Pelaut merupakan garda terdepan operasional logistik dan keselamatan pelayaran. Kami terbuka untuk memfasilitasi proses belajar adik-adik kadet sehingga bisa mencapai cita-citanya sebagai pelaut yang baik dan andal di masa depan,” ujar Lia.
Dunia maritim tidak hanya bicara tentang petualangan, tetapi juga kedisiplinan tinggi. Pada sesi *safety briefing*, Manajer Sistem Manajemen dan K3L PT Pelindo Marine Service, Dhani Wijaya Sakti, menekankan pentingnya menanamkan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sejak dini. Kadet juga didorong aktif dalam *safety drill* untuk mengasah kesiapan penanganan risiko.
Dalam arahannya, Dhani mengingatkan para kadet untuk selalu mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai aturan dan mewaspadai tiga risiko utama yang disingkat “TER”:
* Ter-potong: Risiko cedera akibat peralatan tajam atau mesin kapal.
* Ter-bakar: Risiko dari suhu tinggi ruang mesin maupun potensi api.
* Ter-tusuk Risiko dari benda tajam atau material kerja di dek kapal.
Salah satu lokasi penggemblengan kadet ini berada di kapal tunda KT. BIMA 315 yang beroperasi di Tanjung Perak, Surabaya. Nakhoda KT. BIMA 315, Galuh Putranto, menyatakan bahwa seluruh kru menyambut hangat dan siap membimbing para kadet. Mereka diperkenalkan pada budaya kerja nyata, peralatan navigasi, hingga permesinan kapal untuk mengisi celah (gap) antara teori di sekolah dan praktik di lapangan. Namun, ketegasan tetap nomor satu jika menyangkut keselamatan.
“Kru kapal kami juga tak segan untuk saling mengingatkan dan menegur bila ada hal yang kurang aman, safety first,” tegas Galuh.
Pengalaman berharga ini dirasakan langsung oleh Arga, seorang kadet asal SMK Negeri 1 Tarano, Sumbawa, NTB. Ia mengaku mendapat banyak wawasan baru, termasuk teguran berharga dari kru saat ia hampir terpeleset karena terlalu bersemangat. Teguran itu membuatnya lebih sadar akan lingkungan dan potensi bahaya di sekitarnya.
Apresiasi besar pun datang dari pihak sekolah. Kepala SMK Negeri 1 Tarano, Drs. Andi Fausih A.R., menyampaikan rasa terima kasihnya karena Pelindo Marine bersedia membuka pintu kolaborasi bagi siswa dari daerah jauh seperti Sumbawa untuk menempa diri di Surabaya. Melalui pendampingan dan mentorship ini, Pelindo Marine sukses memfasilitasi pengembangan kompetensi, karakter, dan profesionalisme talenta muda guna menghadapi tantangan industri maritim masa depan.[rea]






