Pamekasan (beritajatim.com) – Madura United FC kembali mengirimkan pesan tegas bagi para pesaing di kompetisi kasta tertinggi sepakbola tanah air, Super League 2026-2027. Khususnya pasca mendatangkan Dede Sapari yang dinilai memiliki karakter sesuai dengan transformasi taktik yang sedang dibangun tim berjuluk Laskar Sape Kerrab.
Kehadiran mantan punggawa PSIM Yogyakarta yang berposisi sebagai bek sayap, bukan sekedar menambah kedalaman skuat. Tetapi sebagai bagian dari strategi modernisasi permainan yang mengharuskan setiap pemain, terutama bek sayap mampu menjalankan peran lebih kompleks.
“Modernisasi taktik di Madura United menuntut standar yang sangat tinggi dari seorang bek sayap. Kami tidak lagi mencari bek yang hanya diam bertahan, melainkan pemain yang bisa menjadi dinamo permainan dari lini belakang hingga lini serang. Profil itulah yang kami temukan dalam diri Dede Sapari,” kata Direktur Utama PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Annisa Zhafarina, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, sepakbola modern menuntut bek sayap tidak hanya piawai menghentikan serangan lawan, tetapi juga aktif membangun permainan, membantu penguasaan bola hingga memberikan kontribusi dalam fase menyerang. “Karena itu, proses perekrutan Dede dilakukan berdasarkan kebutuhan teknis tim, bukan semata-mata melihat nama besar pemain” ungkapnya.
Bahkan pemain berusia 22 tahun tersebut juga dinilai memiliki kualitas yang diyakini mampu memenuhi tuntutan tersebut. Agresivitas, etos kerja tinggi, serta kemampuan melakukan transisi cepat dari bertahan ke menyerang menjadi nilai lebih yang sulit diabaikan.
“Dede memiliki agresivitas, ‘work rate’ yang luar biasa, dan kecerdasan transisi yang kami butuhkan untuk menjaga keseimbangan tim,” sambung perempuan yang akrab disapa Nisa.
Kualitas tersebut dinilai sangat penting dalam menghadapi kerasnya persaingan Super League yang menuntut konsistensi sepanjang musim, sehingga timnya membutuhkan pemain yang mampu langsung beradaptasi dengan sistem permainan. “Di kompetisi seketat Super League, kami butuh pemain yang siap bertarung dan langsung memberikan dampak instan di lapangan sejak hari pertama,” tegasnya.
“Kedatangan Dede sekaligus menjadi sinyal sekaligus bukti nyata bahwa Madura United tetap memasang target tinggi, serta tidak pernah menurunkan standar ambisi kami untuk terus bersaing di papan atas,” imbuhnya.
Masuknya Dede Sapari diperkirakan akan menambah persaingan di sektor bek sayap tim kebanggaan suporter Madura Bersatu. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat keseimbangan permainan sekaligus memberikan variasi dalam skema menyerang yang menjadi ciri permainan Laskar Sape Kerrab di bawah konsep taktik yang lebih modern dan dinamis.
Dengan kehadiran Dede Sapari, total terdapat sebanyak 21 pemain yang dipastikan sebagai bagian dari tim yang bermarkas di Pulau Garam Madura, khususnya dalam mengarungi ketatnya jadwal kompetisi musim depan.
Sebelumnya terdapat sebanyak 20 pemain yang dipastikan sebagai bagian dari tim, meliputi sebanyak 5 (lima) penjaga gawang, yakni Adhitya Harlan, Angga Saputra, Moch Diky, Muhammad Bimasakti Andiko, dan Rendy Razzaqu. Serta 5 pemain di posisi bek, masing-masing Ahmad Rusadi, Giovanni Numberi, Jorge Ambrosio Mendonça (Brasil), Muhammad Taufik Hidayat, dan Pedro Filipe Tinoco Monteiro (Portugal).
Selain itu terdapat 8 (delapan) pemain di posisi gelandang, yakni Ilhamsyah, Iran da Conceição Gonçalves Júnior (Brasil), Juan Danilo Santacruz González (Paraguay), Kerim Palić (Bosnia and Herzegovina), Luiz Marcelo Morais dos Reis alias Lulinha (Brasil), Muhammad Taufany Muslihuddin, Paulo Domingos Gali da Costa Freitas (Timor Leste), Paulo Oktavianus Sitanggang, dan Rifqi Ray Farandi.
Sementara 2 (dua) lainnya merupakan pemain yang berposisi sebagai penyerang (striker), yakni Aji Kusuma dan M Riski Afrizal. [pin/ian]






