Tuban (beritajatim.com) – Aksi unik petani pulang dari sawah dengan cara terbang diangkut menggunakan drone pertanian yang viral di media sosial ternyata hanya konten iseng.
Namun, meski begitu sang petani ingin memamerkan canggihnya teknologi di zaman sekarang dan menjadi solusi bagi para petani bahwa drone pertanian selain dipakai untuk menyirami pupuk juga bisa dipakai untuk membawa hasil panen.
Daeman (53) petani asal Jombang, Jawa Timur ini mengatakan bahwa video yang viral tersebut memang betul di kawasan pertanian Desa Sambungrejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban. Dalam rekaman video tersebut dirinya terbang dengan ketinggian sekitar 15 meter dari permukaan tanah.
“Ya awalnya iseng, hanya konten saja sama pak Budi,” ujar Daeman.
Namun, siapa sangka videonya viral dan membuat banyak beragam pertanyaan dari warganet, mulai dari berapa harga drone tersebut, lalu berapa kapasitas yang mampu diangkut oleh drone tersebut.
Diperkirakan drone tersebut hampir mencapai sekitar Rp 400 juta untuk kelas profesional seperti Dji Agras 150 yang dirancang khusus sebagai operasional agribisnis skala luas hingga mampu mencakup puluhan hektar dengan kemampuan mengangkut 150 kilogram.
[irp posts=”1525920″ ]
“Itu buatnya video sudah 3 hari yang lalu, terus viral,” imbuhnya.
Selain itu, karena akses jalan juga sangat jauh dan sulit dilewati dengan kendaraan, Daeman justru senang apabila pulang pergi diangkut oleh drone. Meski begitu, ia mengaku ini hanya sebuah konten belaka.
“Tapi sebetulnya buat ngangkut hasil panen bisa, buat pupuk juga,” kata Daeman.
Meski berawal dari konten iseng, masyarakat sekarang tahu bahwa kemajuan teknologi di bidang pertanian sudah sangat maju, modern dan dapat meningkatkan efisien kinerja. [dya/aje]






