Jombang (beritajatim.com) – M Riski (20), warga Dusun Garu, Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, Jombang, terbaring di atas ranjang Puskesmas setempat, Jumat (13/5/2022) malam. Dia tak banyak bergerak. Selang infus menancap di tangan kirinya.
Riski adalah salah satu dari 15 warga Dusun Garu yang menjalani perawatan di Puskesmas Kesamben. Dia diduga mengalami keracunan setelah menyantap nasi kotak yang dibawa oleh ibunya dari yasinan di rumah tetangga.
[berita-terkait number=”4″ tag=”keracunan-jombang”]
Riski mengatakan, pada Rabu (11/5/2022) malam, ibunya menghadiri yasinan di rumah Astutik, selepas magrib. Setelah acara usai, sang ibu membawa buah tangan berupa nasi kotak. Di dalamnya juga terdapat mie, telur rebus bumbu kuning, serta tahu goreng.
“Nasi beserta lauk tersebut saya makan hingga tandas. Beberapa saat belum ada keganjilan. Baru Kamis pagi badan saya nggak enak rasanya,” ujar Riski ketika ditemui di Puskesmas Kesamben, Jumat (13/5/2022) malam.

Semakin siang, kondisi Riski semakin drop. Bahkan, sekitar pukul 11.30 WIB, dia mengalami muntah hebat, diare, pusing, serta demam tinggi. Namun demikian, Riski belum menyangka kalau ketidakberesan tubuhnya itu karena nasi yang dimakan semalam.
Makanya, dia hanya minum obat yang dibelinya di warung. Dia baru sadar ketika para tetangganya juga mengalami gejala serupa. “Jumat selepas magrib saya serta beberapa tetangga dibawa ke Puskesmas,” kata Riski.
Diberitakan sebelumnya, sekitar 30 orang lebih mengalami gejala muntah, mual, diare, pusing, serta demam tinggi. Itu setelah mereka menyantap nasi yasinan pada Rabu (11/5/2022) malam. Selain di Puskesmas Kesamben, korban juga dirawat di rumah sakit wilayah Mojokerto. [suf/but]






