Ringkasan Berita:
- Ribuan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Nganjuk mengikuti Workshop PPKB-PAI 2026 sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pendidik.
- Workshop PPKB-PAI 2026 juga menjadi momentum pelantikan DPD AGPAII Kabupaten Nganjuk periode 2026-2031 serta penguatan kolaborasi antar guru PAI.
- Pemerintah daerah dan Kementerian Agama mendorong guru PAI terus berinovasi dalam pembelajaran serta berperan aktif membentuk karakter dan akhlak peserta didik.
Nganjuk (beritajatim.com) – Ribuan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Nganjuk mengikuti Workshop Pengembangan Keprofesian dan Kompetensi Berkelanjutan (PPKB-PAI) Tahun 2026.
Kegiatan ini menjadi wadah peningkatan kapasitas dan profesionalisme guru PAI dalam menghadirkan pembelajaran agama Islam yang berkualitas, inovatif, dan sesuai dengan perkembangan pendidikan saat ini.
Workshop PPKB-PAI 2026 digelar di Hotel Kusuma Negara Kertosono, Selasa (7/7/2026), mulai pagi hingga sore hari. Peserta kegiatan berasal dari guru PAI jenjang TK, SLB, SD, SMP, SMA, dan SMK se-Kabupaten Nganjuk.
Selain menjadi sarana pengembangan kompetensi guru, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (DPD AGPAII) Kabupaten Nganjuk periode 2026-2031.
Pembukaan workshop dihadiri Bupati Nganjuk, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk, Kepala Bidang PAIS Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Ketua DPW AGPAII Jawa Timur, Ketua DPD AGPAII Kabupaten Nganjuk, serta jajaran tamu undangan lainnya.
Ketua Panitia PPKB-PAI 2026, Arifudin Zuhri, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan. Melalui workshop ini, para guru diharapkan mampu memperkuat kemampuan pedagogik dan profesional dalam memberikan layanan pendidikan agama Islam kepada peserta didik.
“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian workshop, baik secara luring maupun daring, dengan penuh tanggungjawab,” ujarnya.
Ia juga mendorong para peserta untuk aktif memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ruang bertukar pengalaman dan membangun kerja sama antarpendidik.
“Manfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi, bertanya kepada para narasumber serta membangun kolaborasi antarguru demi meningkatkan kualitas pembelajaran PAl,” imbuhnya.
Workshop secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Moh. Amak Burhanudin. Ia mengapresiasi tingginya antusiasme guru PAI Kabupaten Nganjuk dalam mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi tersebut.
“Saya mengapresiasi tingginya semangat ribuan guru PAl Kabupaten Nganjuk yang mengikuti kegiatan tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Kementerian Agama saat ini menjalankan berbagai program prioritas yang perlu dipahami dan diterapkan oleh para guru PAI dalam menjalankan tugas pendidikan.
“Program-program tersebut meliputi penguatan kerukunan dan cinta kemanusiaan, penguatan ekoteologi, Kementerian Agama Berdampak, pendidikan unggul, ramah, dan terintegrasi, Pesantren Berdaya, penguatan ekonomi umat, pemberdayaan rumah ibadah, hingga digitalisasi tata kelola kelembagaan,” urainya.
Moh. Amak juga menekankan pentingnya peran organisasi profesi guru dalam mendorong peningkatan kualitas tenaga pendidik.
“Para pengurus AGPAII harus menjadi teladan bagi guru-guru lainnya. Ikutilah workshop ini dengan serius selama tiga hari karena setelah kegiatan ini akan ada tindak lanjut yang harus diimplementasikan di sekolah masing-masing,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk, Abdul Rohman, menyampaikan apresiasi kepada para guru PAI yang telah menunjukkan dedikasi dalam menjalankan tugas pendidikan.
“Terutama yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam mendidik peserta didik serta senantiasa menjalankan tugas sesuai arahan para pengawas binaan,” katanya.
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, dalam kesempatan tersebut mengajak para guru untuk memaknai profesi pendidik sebagai bentuk pengabdian dan ibadah. Menurutnya, nilai ketulusan dan kecintaan dalam mengajar akan membantu peserta didik memahami materi pembelajaran dengan lebih baik.
“Jadikan profesi guru sebagai bentuk ibadah yang dilandasi rasa cinta ketika mengajar, peserta didik akan lebih mudah memahami ilmu yang disampaikan,” pesannya.
Ia juga mengingatkan agar guru mampu memahami karakter setiap peserta didik, terutama guru PAI yang memiliki tanggung jawab besar dalam membangun akhlak dan karakter generasi penerus bangsa.
“Terlebih guru PAl, yang memiliki tanggung jawab membentuk akhlak dan karakter generasi penerus bangsa. Bangun citra bahwa belajar agama adalah kegiatan yang menyenangkan,” ungkapnya.
Dalam sesi materi, Ketua DPW AGPAII Jawa Timur, Mokh. Fakhrudin Siswo Pranoto, menyampaikan penguatan terkait implementasi kurikulum berbasis Cinta. Ia memotivasi para peserta agar mengikuti workshop secara maksimal sebagai bekal meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di sekolah masing-masing.
Menurutnya, penguatan organisasi AGPAII juga menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan profesionalisme guru PAI.
“DPW AGPAII Jawa Timur ke depan akan memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi guna mendukung peningkatan kompetensi guru melalui pendidikan, pelatihan, penelitian dan pengembangan akademik,” ujar guru PAl SMAN Plandaan Jombang ini.
Workshop PPKB-PAI Tahun 2026 berlangsung selama tiga hari dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya. Selain memberikan penguatan kompetensi pedagogik dan profesional, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman, inovasi pembelajaran, serta memperluas jejaring antar guru PAI di Kabupaten Nganjuk. [suf]






