Gresik (beritajatim.com) – Musim kemarau mulai menjadi ancaman serius bagi sejumlah wilayah di Kabupaten Gresik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik telah memetakan kawasan yang berpotensi mengalami kekeringan dan menyiagakan lima unit truk tangki air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat apabila terjadi krisis air.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik, F.X. Driatmiko Herlambang, mengatakan seluruh armada telah disiapkan untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak selama musim kemarau.
“Untuk saat ini belum ada laporan dari masyarakat terkait permintaan air bersih, namun BPBD menyiapkan lima truk tangki air yang selalu siaga. Kami juga tetap berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan yang selama ini rutin membantu penyediaan air bersih setiap tahunnya,” katanya, Selasa (7/7/2026).
BPBD memetakan sejumlah kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan. Di wilayah utara meliputi Kecamatan Sidayu, Panceng, Duduksampeyan dan sekitarnya. Sementara di wilayah selatan mencakup Kecamatan Cerme, Benjeng, Balongpanggang hingga Kedamean.
Meski hingga kini belum ada permohonan resmi terkait distribusi air bersih, BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung dengan suhu udara cukup tinggi. Warga diminta menggunakan air secara bijak agar cadangan air bersih tetap terjaga.
Selain menghemat penggunaan air, masyarakat juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi akibat cuaca panas.
“Apabila terjadi kekurangan air bersih, masyarakat diimbau segera berkoordinasi dengan pemerintah desa atau pihak kecamatan. Selanjutnya permohonan bantuan akan diteruskan kepada BPBD Gresik agar distribusi air bersih dapat dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran,” ujar Miko.
BPBD juga mengingatkan meningkatnya potensi kebakaran lahan selama musim kemarau. Masyarakat diminta tidak membakar sampah maupun rumput sembarangan karena vegetasi yang mengering sangat mudah memicu kebakaran.
Pemerintah desa yang mulai mengalami keterbatasan pasokan air bersih juga diminta segera berkoordinasi dengan BPBD agar bantuan dapat disalurkan lebih cepat sebelum kondisi semakin parah.
Sementara itu, Suwarni, warga Desa Duduksampeyan, Kecamatan Duduksampeyan, mengaku mulai merasakan dampak musim kemarau. Sumur yang selama ini menjadi sumber air utama keluarganya mulai mengering sehingga bantuan distribusi air bersih sangat membantu kebutuhan sehari-hari.
“Kami sangat terbantu dengan dropping air bersih karena sumur sudah mulai mengering,” tuturnya.
BPBD Gresik berharap langkah antisipasi sejak dini dapat meminimalkan dampak kekeringan sehingga kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung. [dny/but]






