Nganjuk (beritajatim.com) – Para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dari seluruh SD di Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, memadati Gedung Pusat Kegiatan Guru (PKG) Rejoso, Senin (21/7). Mereka hadir dalam kegiatan Musyawarah dan Silaturahmi yang diinisiasi Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI setempat.
Kegiatan ini menjadi ajang mempererat persaudaraan sekaligus momentum membangun komitmen bersama. Hadir dalam acara tersebut pengawas PAI dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk, pengawas SD Korwil Rejoso, serta Korwil Pendidikan Kecamatan Rejoso.
Rangkaian kegiatan diawali dengan tahlil bersama yang menciptakan suasana religius di tengah para peserta. Lalu dilanjutkan dengan ceramah agama yang memperdalam makna kebersamaan dan tanggung jawab guru sebagai pendidik.
Ketua KKG PAI SD Rejoso, H. Fatkhul Amin, mengajak para guru PAI untuk menjadi pelopor pelestarian bahasa Jawa di lingkungan sekolah. “Guru PAI harus mampu menjadi pelopor dalam mendukung program Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, yang tengah menggalakkan gerakan penggunaan Bahasa Jawa di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Untuk kegiatan KKG PAI selanjutnya, seluruh petugas acara diwajibkan menggunakan bahasa Jawa Kromo Inggil. Kecuali dalam pelaksanaan tahlil.”
Pengawas SD Korwil Rejoso, Suyono, juga memberikan penegasan pentingnya menjaga budaya Jawa melalui pembiasaan berbahasa Jawa yang baik dan benar. “Tak hanya itu, guru juga agar terus menjaga akhlak dan kesopanan dalam berinteraksi, baik kepada sesama guru maupun kepala sekolah,” tuturnya.
Korwil Pendidikan Kecamatan Rejoso, Samawati, turut menegaskan pentingnya menjaga keharmonisan di lingkungan sekolah. Ia berpesan, guru harus senantiasa saling menghargai dan menjauhkan diri dari sikap sombong, serta tetap rendah hati dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
Sementara itu, Mariati selaku pengawas SD yang baru, mengingatkan para guru untuk terus melakukan pembenahan karakter siswa, terutama dalam aspek pengembangan diri. “Khususnya pada aspek pengembangan diri melalui pelatihan mandiri,” ujarnya.
Pengawas PAI Kabupaten Nganjuk, H. Amiruddin, mengajak para guru PAI untuk menghidupkan kegiatan ngaji bersama secara rutin setiap pekan. “Ini sebagai sarana menambah ilmu dan berbagi wawasan seputar pendidikan agama Islam,” jelasnya.
Ia juga memperkenalkan program NGOPAI (Ngobrol Pendidikan Agama Islam) yang diadakan oleh Kementerian Agama Jawa Timur setiap Rabu siang. “Agenda ini sebagai forum diskusi terbuka yang memberikan wawasan dan sertifikat keikutsertaan. Terutama bagi guru PAI yang telah bersertifikasi,” imbuhnya.
Ia pun menekankan pentingnya evaluasi terhadap proses pembelajaran. Seluruh guru PAI diharapkan untuk mengevaluasi proses pembelajaran semester sebelumnya. Agar pembelajaran makin menarik buat murid.
Melalui kegiatan ini, para guru PAI di Kecamatan Rejoso diharapkan semakin solid dalam memperkuat peran mereka sebagai pendidik yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menjadi teladan dalam adab, bahasa, dan budaya. [suf]






