Ringkasan Berita:
- Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo kembali mengusulkan Universitas Jember membuka Fakultas Kedokteran di Kota Pasuruan.
- Pemerintah Kota Pasuruan siap memfasilitasi pengembangan program studi di bidang kesehatan, termasuk kedokteran.
- Kehadiran fakultas baru dinilai mampu meningkatkan kualitas SDM sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
- Unej menyebut pembukaan Fakultas Kedokteran membutuhkan sumber daya baru karena berstatus Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU).
Jember (beritajatim.com) – Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo kembali mendorong Universitas Jember (Unej) memperluas pengembangan kampusnya di Kota Pasuruan dengan membuka Fakultas Kedokteran. Menurutnya, kehadiran fakultas tersebut akan memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Usulan tersebut disampaikan Adi saat mengikuti Sarasehan Nasional Akselerasi Membangun Indonesia dari Daerah di Gedung R. Sudjarwo, Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jumat (3/7/2026).
Adi mengatakan Pemerintah Kota Pasuruan telah beberapa kali menyampaikan usulan tersebut kepada Rektor Universitas Jember. Saat ini, Unej baru membuka Akademi Keperawatan di Kota Pasuruan.
“Beberapa kali sudah kami ajukan, ayolah Unej menambah fakultas atau program studi di Pasuruan,” kata Adi.
Ia menegaskan Pemkot Pasuruan siap memberikan dukungan apabila Unej ingin mengembangkan pendidikan tinggi di bidang kesehatan.
“Kalau memang mau konsentrasi di kesehatan, bisa buka program kesehatan masyarakat, farmasi atau kedokteran. Bahkan kita tantang waktu itu Pak Rektor untuk membuka sekalian Fakultas Kedokteran di Kota Pasuruan,” katanya.
Alumnus Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember itu menilai sektor kesehatan menjadi salah satu kebutuhan strategis bagi Kota Pasuruan. Selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia, keberadaan mahasiswa juga diyakini mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Transfer knowledge-nya berjalan, transfer ekonominya berjalan, transfer value-nya berjalan. Kita tentu di kota menegaskan bagaimana penguatan sumber daya manusianya. Maka kita kuatkan program pendidikan,” ujarnya.
Saat ini Universitas Jember memiliki 15 fakultas dan satu sekolah pascasarjana yang menaungi 119 program studi jenjang Diploma, Sarjana, Magister, Doktor, hingga profesi.
Di luar kampus utama, Unej telah membuka Akademi Keperawatan di Lumajang dan Kota Pasuruan sejak 2018 dan 2019 berdasarkan penugasan pemerintah pusat. Tahun ini, Unej juga berencana membuka Program Sarjana Keperawatan di Lumajang.
Namun, Wakil Ketua Tim Kerja Humas Universitas Jember, Iim Fahmi Ilman, menjelaskan pembukaan Fakultas Kedokteran maupun program studi baru di Kota Pasuruan memerlukan persiapan yang tidak sederhana.
Menurutnya, kampus Unej di Kota Pasuruan berstatus Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU), sehingga harus memiliki dosen tetap dan tenaga kependidikan sendiri yang berdomisili di wilayah tersebut.
“Dibutuhkan tidak saja kesiapan finansial, tapi juga sumber daya manusia yang betul-betul baru, baik untuk tenaga pengajar dan non pengajar,” kata Iim, Sabtu (4/7/2026).
Ia menjelaskan dosen maupun tenaga kependidikan dari kampus utama Unej di Jember tidak dapat dialihkan ke kampus Pasuruan karena ketentuan PSDKU mengharuskan keberadaan sumber daya manusia tersendiri.
“Jadi kalau Unej membuka Fakultas Kedokteran di Pasuruan, akan sama dengan membangun Fakultas Kedokteran yang baru. Kami harus merekrut dosen dan tenaga pendidikan lagi untuk ditempatkan khusus di Pasuruan,” kata Iim.
Meski menghadapi tantangan dari sisi pendanaan dan sumber daya manusia, Adi berharap komunikasi antara Pemerintah Kota Pasuruan dan Universitas Jember terus berlanjut. Ia optimistis pengembangan pendidikan tinggi di bidang kesehatan akan memberikan manfaat besar bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan, penguatan SDM, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Pasuruan. [wir/beq]






