RINGKASAN BERITA:
- Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H / 2026 M resmi berakhir menyusul mendaratnya kloter pamungkas UPG-43 di Makassar.
- Total volume pemulangan mencatat sebanyak 202.636 jemaah haji reguler dan 16.585 jemaah haji khusus sukses dievakuasi ke tanah air.
- Kementerian Haji dan Umrah RI mengantongi draf evaluasi tajam terkait manajemen maktab di Mina serta standardisasi istithaah kesehatan.
- Sebanyak 60 jemaah Indonesia yang masih dirawat di RS Arab Saudi dijamin tetap mendapatkan pengawalan medis hingga laik terbang.
Surabaya (beritajatim.com) — Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah / 2026 Masehi secara resmi dinyatakan berakhir dan ditutup seutuhnya oleh pemerintah. Kepastian ini diperoleh setelah kelompok terbang (kloter) pamungkas, UPG-43, sukses mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, sekaligus menandai kembalinya seluruh jemaah haji Indonesia ke tanah air.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, ketetapan selesainya misi nasional ini dipimpin langsung oleh Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Menhaj RI), Mochamad Irfan Yusuf. Pendaratan pesawat yang mengangkut 242 jemaah asal Makassar pada pukul 17.05 WITA tersebut menjadi titik akhir dari sirkulasi pemulangan massal lintas benua.
“Alhamdulillah, seluruh jemaah haji Indonesia telah kembali ke Tanah Air dengan selamat. Atas nama Kementerian Haji dan Umrah, saya menyatakan operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi secara resmi telah berakhir,” urai Menhaj Mochamad Irfan Yusuf saat memberikan keterangan pers resmi di Surabaya, Rabu (01/07/2026).
Gus Irfan menjabarkan secara terperinci, akumulasi logistik udara mencatat pemerintah sukses mengawal pergerakan 527 kelompok terbang yang memobilisasi 202.636 jemaah haji reguler dari 16 embarkasi utama di Indonesia. Di kaveling swasta, Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) juga berhasil menerbangkan pulang sebanyak 16.585 jemaah haji khusus dengan pengawalan melekat dari 1.016 petugas travel bersertifikat.
Penyelenggaraan musim ini dihadapkan pada karakteristik jemaah risti (risiko tinggi) yang cukup dominan, mencakup 44.247 jemaah lanjut usia, 170.700 jemaah komorbid, 370 penyandang disabilitas, serta 275 pengguna kursi roda.
Guna mengamankan fisik jemaah, otoritas menyalurkan 24,18 juta boks katering makanan sehat, mengoperasikan 15.212 bus antarkota perhajian, serta mengunci pergerakan 11.990 trip Bus Shalawat di ring luar Masjidil Haram.
Dari sisi tata kelola birokrasi, Kemenhaj merealisasikan sejumlah inovasi fundamental. Beberapa di antaranya meliputi reformasi alokasi kuota provinsi yang lebih berkeadilan, penurunan biaya setoran haji tanpa mereduksi mutu akomodasi, perluasan layanan pemeriksaan imigrasi cepat (fast track), digitalisasi dokumen visa, serta penyelesaian dini kontrak hotel di Makkah-Madinah.
Meskipun seremoni penutupan telah diketuk, kementerian memastikan komitmen perlindungan negara tidak akan dikendorkan. Laporan mutakhir mencatat masih ada 60 jemaah Indonesia yang tertinggal di Makkah dan Madinah karena harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).
Tim medis KKHI disiagakan penuh untuk mendampingi pasien hingga diterbitkannya dokumen kelaikan terbang (fit to fly), bersamaan dengan percepatan pencairan klaim asuransi jiwa bagi jemaah wafat.
Menhaj menegaskan, lembaran baru operasional haji 1448 H / 2027 M langsung dibuka hari ini dengan menempatkan pembenahan area Mina sebagai prioritas utama. Kepadatan tenda maktab serta kelancaran pasokan sanitasi di Mina menjadi catatan kritis yang wajib dirombak total bersama korporasi Mashariq Arab Saudi.
“Kami mencatat masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama terkait layanan di Mina dan penguatan implementasi istithaah kesehatan. Seluruh catatan tersebut akan menjadi fokus evaluasi agar penyelenggaraan haji ke depan semakin profesional, aman, nyaman, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah,” tegas Irfan.
Sebagai penutup, Menhaj menyampaikan apresiasi tertinggi kepada Presiden Republik Indonesia, jajaran legislatif DPR RI, Kerajaan Arab Saudi, maskapai penerbangan nasional, serta seluruh jurnalis media massa yang ikut mengawal Tri Sukses kementerian.
Ucapan terima kasih mendalam juga dialamatkan kepada dedikasi tanpa batas ribuan petugas PPIH serta tingkat kesabaran yang ditunjukkan seluruh jemaah Indonesia selama berada di Tanah Suci. [ian/MCH]






