Malang (beritajatim.com) – Universitas Negeri Malang (UM) berencana membentuk empat fakultas baru yang diproyeksikan mampu mendongkrak kualitas akademik, inovasi, sekaligus daya saing kampus di kancah nasional maupun internasional. Pengembangan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang kampus untuk memperluas mandat keilmuan.
Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., menjelaskan bahwa ekspansi ini dirancang demi merespons perkembangan teknologi serta menjawab kebutuhan riil dunia usaha, dunia industri (DUDI), dan masyarakat luas. Kebijakan strategis ini juga berjalan selaras dengan Rencana Induk Pengembangan (RIP) UM yang menempatkan penguatan keunggulan institusi sebagai prioritas utama.
Adapun empat fakultas yang tengah diusulkan tersebut meliputi, Fakultas Seni dan Industri Kreatif, Fakultas Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Matematika, Pendidikan Matematika, dan Sains Data (FMPS), dan Fakultas Hukum. Pembentukan empat fakultas baru ini merupakan fondasi penting dalam memperkuat profesionalisasi bidang ilmu.
“Pembentukan ini menjadi bahan bakar utama untuk meningkatkan daya saing UM di jajaran kampus elite berstatus PTN-BH. Sebagai bagian dari transformasi menuju profesionalisasi ilmu, UM akan mengadakan empat fakultas baru,” ujar Prof Hariyono saat menggelar konferensi pers di Aula Lantai 9 Graha Rektorat UM, Rabu (1/7/2026).
Langkah ini didukung dengan optimalisasi aset fisik dan nonfisik milik universitas yang selama ini mungkin masih dikelola pihak lain. Penyesuaian kemampuan finansial dan kesiapan sumber daya menjadi prasyarat utama agar setiap fakultas baru memiliki perangkat dan sarana yang tepat untuk beroperasi secara maksimal.
Guru Besar FIS UM ini juga menggarisbawahi bahwa pengembangan kelembagaan di UM tidak sekadar berorientasi pada penggemukan struktur organisasi atau penambahan papan nama fakultas belaka. Lebih dari itu, arah kebijakan ini wajib bermuara pada peningkatan kualitas akademik serta tata kelola universitas yang sehat.
“Universitas tengah berada dalam fase transformasi besar yang menyeimbangkan antara ekspansi struktural melalui pembentukan fakultas dan program studi baru dengan penguatan nilai-nilai fundamental, seperti integritas dan kualitas ilmiah. Ke depan, kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan institusi tetap berpijak pada kejujuran akademik, profesionalisme, dan tata kelola yang baik sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” imbuh Prof. Hariyono.
Secara administratif, seluruh dokumen usulan dari unit pengusul telah melewati proses kajian akademik yang ketat, review kelembagaan, serta penyempurnaan secara komprehensif. Berdasarkan hasil evaluasi tim internal, seluruh berkas dinyatakan telah memenuhi aspek substansi dan regulasi yang berlaku.
“Dengan hasil hijau tersebut, dokumen kini dinyatakan layak untuk melompat ke tahap berikutnya, yakni pembahasan di tingkat Senat Akademik Universitas (SAU) sebagai pengambil keputusan tertinggi di internal UM,” ujar Rektor.
Hadirnya gerbong fakultas baru ini diharapkan mampu menyuburkan ekosistem pendidikan, riset, inovasi, hingga program pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, UM membidik ruang kolaborasi yang jauh lebih lebar dengan berbagai mitra strategis global.
“Ujung dari penambahan rumpun keilmuan ini adalah lahirnya generasi lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap tempur menghadapi dinamika industri masa depan,” lanjut Prof Hariyono.
Kendati ambisius, manajemen UM memastikan eksekusi lapangan dari cetak biru ini akan berjalan secara bertahap dengan memegang teguh prinsip good university governance. Pihak kampus mengaku tidak terburu-buru dan tetap mengukur secara presisi kesiapan modal manusia (SDM), kapasitas anggaran keuangan, ketersediaan infrastruktur sarana-prasarana, hingga efektivitas manajerial kelembagaan.
Demi menjaga mutu dan marwah pendidikan tinggi, kampus telah menetapkan skala prioritas pembangunan beserta peta jalan (roadmap) implementasi selama tiga tahun ke depan. Pola bertahap ini sengaja dipilih agar setiap fakultas baru yang lahir memiliki fondasi akademik dan organisasi yang kokoh.
“Harapannya fakultas yang baru lahir di kampus kami mampu berkembang secara berkelanjutan serta mempercepat target UM bertransformasi menuju universitas bereputasi internasional demi menyongsong Indonesia Emas 2045,” tutup Rektor UM. [dan/aje]






