Batu (beritajatim.com) – Guna membentengi generasi muda dari derasnya arus informasi digital, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Batu bersinergi dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menggelar Lomba Pembuatan Resensi Buku. Ajang ini menyasar para pelajar aktif tingkat SMP dan SMA sederajat se-Kota Batu.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu, Dr. Abdul Rais, S.Pd, M.Si, mengungkapkan bahwa agenda yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik ini sengaja dikemas dengan pendekatan edukatif yang berbeda. Menulis resensi diyakini menjadi instrumen efektif untuk mengasah ketajaman analisis dan pemecahan masalah sejak dini.
“Kalian punya kemampuan critical thinking yang baik, punya analisis yang baik, mengidentifikasi sesuatu dengan baik, itu ada proses yang akan menguatkan kalian dalam menghadapi masalah. Dan pastinya di dunia modern ke depan, masalahnya akan banyak. Serangan terhadap mental generasi muda sangat besar oleh karena itu kalau kalian berkecimpung di dunia seperti ini, ini sangat bagus,” ujar Abdul Rais pada beritajatim.com, Rabu (1/7/2026).
Abdul Rais juga memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan kultur akademik di tingkat sekolah menengah. Ia mencontohkan kebiasaan positif yang ia temukan di Thursina IIBS Malang di mana para siswa tingkat SMA sudah mulai membiasakan diri untuk menyusun jurnal ilmiah sendiri.
“Ini luar biasa. Jadi sebenarnya di tingkat SMA sudah tidak zamannya lagi kita hafalan. Yang benar itu adalah bagaimana anak-anak dilatih untuk kemampuan menganalisis, mengidentifikasi, dan memecahkan masalah berdasarkan riset. Saya bersyukur kalian mendaftar secara sukarela, artinya kalian adalah insya Allah orang-orang yang akan sukses ke depan,” imbuhnya sembari menyapa hangat para siswa perwakilan dari berbagai SMA di kota Batu.
Ajang berbasis koleksi perpustakaan tahun 2026 ini mengangkat tema “Menemukan Diri dalam Literasi: Membangun Resiliensi dan Karakter Remaja melalui Buku”. Lomba resensi dipisahkan ke dalam dua kategori, yakni Kategori I untuk tingkat SMP/MTs/sederajat dan Kategori II untuk tingkat SMA/MA/SMK/sederajat.
Naskah yang dikompetisikan mengulas buku fiksi maupun non-fiksi berketebalan minimal 49 halaman yang bersumber dari koleksi cetak Perpustakaan Umum Kota Batu atau aplikasi digital ePusda. Setelah melalui proses penyaringan ketat pada tahap pertama yang menjaring total peserta SMA dan peserta SLTP, panitia mengumumkan 65 peserta terbaik yang berhak lolos menuju fase pembekalan intensif dan perbaikan naskah.
Untuk menjaga objektivitas dan kualitas kompetisi, Disperpusip Kota Batu menunjuk praktisi pendidikan dan literasi sebagai dewan juri sekaligus narasumber pembekalan. Pada tingkat SMP/MTs, posisi dewan juri diisi oleh Ibu Ana Puji Astuti, M.Pd (Penulis dan Pengawas Pendidikan dari Dinas Pendidikan), Distri Adi Setiawan, S.S (Penulis, Guru SMAN 1 Batu, dan Ketua MGMP BI SMA), serta Ibu Imrotin, M.Pd (Penulis, Guru SMKN 3 Batu, dan Ketua MGMP BI SMK).
Sementara itu, jalannya pembekalan untuk tingkat SMA/SMK/MA dipandu oleh Marisa Wijayanti Prasetyo (Staf Ahli Kemenkesma EM UB sekaligus Koordinator Humas Duta Baca Kota Batu) selaku moderator. Acara ini menghadirkan tiga juri tingkat SLTA yang menyampaikan berbagai materi.
Materi pertama mengenai “Definisi Resensi, Struktur Resensi, Manfaat Resensi, Pemilihan Buku Bacaan, Cara Membuat Resensi dalam Bentuk Naskah” dibedah oleh dosen Universitas Negeri Malang (UM) sekaligus penulis, Ahmad Junaidi, S.S., M.A.
Menurut Ahmad Junaidi, satu premis penting dan utama tentang membaca, yakni perbedaan mendasar antara Reading for Information dan Reading for Understanding. Membaca untuk memperoleh informasi hanya menambah jumlah fakta yang diketahui pembaca.
“Pengetahuan semacam ini bersifat kuantitatif; pembaca mengetahui sesuatu yang sebelumnya belum diketahui. Sebaliknya, Reading for Understanding merupakan proses transformasi intelektual yang membawa pembaca pada tingkat pemahaman yang lebih tinggi daripada sebelumnya,” ujarnya saat menjelaskan.
Materi kedua yang mengulas tentang “Literasi Membaca dan Cara Membuat Resensi dalam Bentuk Video” disampaikan langsung oleh jurnalis beritajatim.com, Muhammad Afnani Alifian, S.Pd., M.Pd. Dalam sesinya, Afnani menekankan pentingnya adaptasi naskah resensi ke visual.
“Video resensi itu adalah jembatan untuk mengajak penonton tenggelam dalam teks yang dijelaskan secara visual. Buku adalah bahasa teks, dalam video semua itu menjadi bahasa visual yang dinamis, instan, mengandalkan emosi, estetika visual, dan audio,” ujar Afnani.
Materi terakhir disampaikan oleh Wida Setya Purnama, S.Pd., Gr. selaku guru, editor, dan penulis dari Thursina IIBS Malang menyampaikan materi ketiga mengenai penyuntingan tulisan. Menurutnya, proses penyuntingan menjadi tahap yang amat penting ketika kita menulis bahkan tidak hanya untuk menulis resensi.
“Ayu Utami, salah seorang penulis perempuan Indonesia bilang bahwa kita harus menjadi pembaca yang kejam–sekali lagi pembaca yang kejam–bagi tulisan kita sendiri,” tegas Wida.
Setelah pembekalan luring yang dilaksanakan pada 30 Juni 2026 untuk SMP dan 1 Juli 2026 untuk SMA ini, para finalis yang difasilitasi uang transportasi akan memasuki masa revisi dan pengumpulan naskah final sepanjang bulan Juli. Penjurian final dijadwalkan berlangsung pada 1-10 Agustus 2026, disusul pengumuman pemenang pada 12 Agustus 2026.
Pemerintah Kota Batu juga menyediakan berbagai apresiasi seperti piala, piagam, dan uang pembinaan bernilai jutaan rupiah. Untuk Kategori SMA, Juara 1 akan membawa pulang uang pembinaan sebesar Rp 5.000.000, Juara 2 Rp 4.000.000, dan Juara 3 Rp 3.000.000. Sedangkan untuk Kategori SMP, hadiah bagi Juara 1 ditetapkan sebesar Rp 4.000.000, Juara 2 Rp 3.000.000, dan Juara 3 sebesar Rp 2.000.000. [dan/aje]






