Jombang (beritajatim.com) – Menjelang pelantikan kepengurusan masa khidmat 2026–2031, jajaran Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, menggelar napak tilas spiritual dengan berziarah ke makam para muassis Nahdlatul Ulama (NU), Senin (29/6/2026).
Jajaran pengurus MWCNU Balongbendo yang berjumlah sekitar 30 orang tersebut terdiri dari jajaran mustasyar yang dipimpin KH Syarifuddin, jajaran syuriyah yang dipimpin Rais K.AH.Miftahul Huda, jajaran katib dipimpin K. Misman dan jajaran tanfidziyah yang dipimpin K.A.Abdul Rochman, M.Ag.
Tidak ketinggalan juga tiga anggota Anshor dan banser yang setia melakukan pengawalan.
Rombongan berangkat dari titik kumpul di halaman sekolah Raden Rahmat Balongbendo pukul 19:00 WIB mengendarai 3 mobil minibus milik PT Karya Bintang Mandiri pimpinan H. Totok Supriyono, rombongan meluncur ke tujuan pertama, yakni sowan ke Gus Fahmi Amrullah Hadzik, salah satu cucu hadratussyaikh Hasyim Asy’ari.
Di rumah ketua PCNU Jombang inilah jajaran MWCNU Balongbendo mendapatkan wejangan cukup banyak dari Gus Fahmi.
Menurut Gus Fahmi, dirinya salut dan sangat hormat kepada para pengurus tingkat MWC maupun ranting NU yang mau berkhidmat ke NU.
Sebab, menurut pengamatannya, pengurus NU yang pasti ikhlas adalah di tingkat bawah. Hal ini terbukti pada setiap pemilihan pengurus atau proses kaderisasi jarang terjadi gejolak, yang sebenarnya itu merupakan dinamika yang wajar pada setiap organisasi kemasyarakatan sebesar NU.
” Saya melihatnya gampang saja. Kalau ada pemilihan kok tidak pernah ribut, berarti itu tujuan akhiratnya jelas. Tapi kalau ada ributnya, itu biasanya ada kepentingan duniawinya juga. Makanya, monggo yang lurus saja jalannya. Jangan melihat dan terpengaruh dengan dinamika keributan yang terjadi menjelang pemilihan ketua PBNU,” ujarnya.
Gus Fahmi juga tidak lupa mengutip ungkapan hadrastussyaikh Hasyim Asy’ari bahwa siapa saja yang berkhidmat ke NU, maka akan diakui sebagai santrinya.
Dan, Mbah Hasyim akan selalu mendoakan agar semua santrinya yang berkidmat ke NU akan diwafatkan Allah SWT dalam keadaan khusnul khatimah.
”Dan ingat, kalau berkhidmat ke NU niati dengan ikhlas. Jangan sampai ada yang merasa bergabung dengan NU karena ingin membesarkan NU. Itu kurang pas. NU ini sudah besar. Jangan merasa ingin membesarkan NU. Justru merekalah yang bergabung NU itu akan dibesarkan NU. Saya selalu memotivasi saja kepada semua pengurus NU di manapun. Karena kalau mengaji, itu kan tugasnya syuriyah, bukan saya,” kelakarnya disambut tawa rombongan MWCNU Balongbendo.
Di akhir pertemuan, Gus Fahmi juga memberikan ijazah istighotsah yang sanadnya bersambung dari Mbah Hasyim Asy’ari.
Setelah sowan Gus Fahmi, rombongan kemudian berziarah ke makam hadratusyaikh dengan membaca surat yasin dan tahlil.
Dari komplek makam keluarga besar pendiri Ponpes Tebu Ireng, yang di dalamnya juga dimakamankan mantan Presiden RI ke 4 KH Abdurahman Wahid tersebut, rombongan kemudian menuju ke makam KH Bisri Syansuri di Ponpes Denanyar.
Napak tilas spiritual itu diakhiri dengan berziarah ke makam KH Wahab Hasbullah di Tambakberas Jombang. (ted)






