Ringkasan Berita:
- Ratusan pembalap BMX dari berbagai negara akan berkompetisi di Banyuwangi BMX Supercross 2026 pada 27–28 Juni di Sirkuit Muncar.
- Ajang ini diikuti atlet dari Singapura, Filipina, Thailand, serta pembalap nasional, dengan kategori baru U23.
- Dispora Banyuwangi menyiapkan sirkuit berstandar Union Cycliste Internationale serta fasilitas teknis, medis, dan keamanan untuk mendukung event internasional ini.
Banyuwangi (beritajatim.com) – Ratusan pembalap BMX dari berbagai negara dipastikan akan bersaing dalam kejuaraan Banyuwangi BMX Supercross 2026 yang digelar pada 27–28 Juni di Sirkuit BMX Supercross Muncar, Kabupaten Banyuwangi.
Ajang ini menjadi salah satu kompetisi balap sepeda ekstrem yang paling dinanti karena menghadirkan peserta dari dalam dan luar negeri dalam satu lintasan berstandar internasional.
Sirkuit yang berlokasi di Muncar tersebut saat ini telah mulai digunakan para pembalap untuk latihan. Trek yang dikenal sebagai salah satu lintasan BMX terpanjang di dunia ini terus dipersiapkan agar memenuhi standar kompetisi internasional.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Banyuwangi, Dwi Handayani, menyebutkan bahwa peserta datang dari berbagai negara, termasuk Singapura, Filipina, dan Thailand, selain pembalap dari Indonesia.
“Sebelumnya pendaftaran sudah dimulai sejak Mei lalu dan sampai besok 20 Juni melalui website banyuwangisport.com,” ujar Yani, Rabu (24/6/2026).
Tahun ini, Banyuwangi BMX Supercross juga menghadirkan kategori baru, yakni men & women under 23 (U23), yang menjadi ruang kompetisi tambahan bagi atlet muda untuk unjuk kemampuan di level internasional.
Dispora Banyuwangi juga memastikan seluruh kesiapan teknis telah dilakukan, termasuk penyesuaian lintasan agar sesuai regulasi Union Cycliste Internationale (UCI), mengingat event ini masuk dalam kalender Union Cycliste Internationale Class 1.
Berbagai aspek pendukung seperti prosedur medis, keamanan area paddock dan start hill, hingga mekanisme start telah disiapkan secara detail. Koordinasi lintas sektor juga terus dilakukan untuk memastikan kelancaran penyelenggaraan.

“Kami juga tengah melakukan pemetaan lokasi untuk peralatan lomba dan property lomba. Melakukan koordinasi dengan stakeholder atau skpd terkait, khususnya masalah medis, keamanan, rekayasa parkir, atraksi dan lainnya,” tambah Yani.
Selain kesiapan event utama, fasilitas latihan bagi para peserta juga telah dibuka. Dispora menetapkan retribusi penggunaan sirkuit sebesar Rp. 5.000 per orang untuk pembalap lokal Banyuwangi, Rp. 10.000 per orang untuk pembalap luar daerah, dan Rp. 2.500.000 untuk pembalap internasional per tim per hari.
“Kalau tim luar negeri lebih mahal karena peserta meminta satu paket lengkap bersama tenaga medis juga yang disiapkan mengawal saat latihan berlangsung,” kata Yani.
Salah satu pembalap asal Medan, Sumatra Utara, Hilmi, mengaku sudah berada di Banyuwangi selama sepekan untuk beradaptasi dengan lintasan. Ia datang bersama tim dan langsung menjalani sesi latihan sejak awal pekan.
“Saya dengan 4 orang datang Minggu malam dan langsung latihan hari Senin kemarin,” pungkasnya.
Banyuwangi BMX Supercross 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi bergengsi, tetapi juga memperkuat posisi Banyuwangi sebagai destinasi sport tourism unggulan di Indonesia. [alr/suf]






