Ponorogo (beritajatim.com) – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026 di Kabupaten Ponorogo mulai bergerak. Bahkan sebelum pembukaan resmi, jajaran Kodim 0802/Ponorogo bersama warga telah mengawali pekerjaan melalui kegiatan pra TMMD di Desa Bululor, Kecamatan Jambon.
Desa Bululor menjadi salah satu lokasi sasaran TMMD tahun ini. Sejumlah pembangunan infrastruktur telah disiapkan untuk memperkuat akses dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
Sasaran fisik yang akan dikerjakan meliputi pemasangan paving jalan di Dukuh Ngipik dan Dukuh Gupit. Kemudian pembangunan saluran air serta talud di Dukuh Gupit, pembangunan jembatan di Dukuh Bibis, hingga bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Sumani, warga Dukuh Gupit.
Tahapan pra TMMD sebenarnya telah dimulai sehari sebelumnya, Kamis (18/6) kemarin. Anggota Koramil Tipe B 0802/20 Jambon bersama masyarakat dan perangkat desa bergotong royong membersihkan lokasi pekerjaan. Selain itu, sekaligus menggali pondasi jembatan dan pondasi rumah yang akan direnovasi melalui program RTLH.
Komandan Kodim 0802/Ponorogo Letkol Arh Farauk Saputra menjelaskan, pelaksanaan pra TMMD merupakan langkah penting. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh target pembangunan dapat diselesaikan sesuai jadwal.
“TMMD merupakan salah satu program percepatan akselerasi pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan guna kesejahteraan rakyat,” kata Dandim Ponorogo, Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, tahapan awal tersebut juga menjadi upaya mengantisipasi berbagai kendala teknis. Di mana kendala itu bisa berpotensi muncul selama pelaksanaan program berlangsung.
“Kita semua tidak tahu kemungkinan yang terjadi ke depan, untuk itu perlu digelar pra TMMD ini untuk mengantisipasi berbagai kendala di lapangan. Selain itu juga memastikan agar pengerjaan sasaran fisik maupun non fisik tercapai dengan maksimal, tepat sasaran dan tepat waktu,” terang Letkol Arh Farauk Saputra.
Sementara itu, Danramil Tipe B 0802/20 Jambon Kapten Kav Heru Siswanto mengatakan, pekerjaan awal difokuskan pada penyiapan lokasi. Dengan penyiapan lokasi itu, agar saat TMMD resmi dibuka, seluruh tahapan pembangunan dapat langsung berjalan optimal.
“Sasaran kami awali dengan pembersihan lingkungan dan penggalian pondasi jembatan menggunakan eskavator serta penggalian pondasi RTLH yang semuanya melibatkan TNI dan masyarakat,” kata Danramil 20 Jambon.
Dia menilai keterlibatan masyarakat sejak awal menjadi modal penting dalam menyukseskan seluruh program TMMD di Desa Bululor. Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga membuat optimisme penyelesaian seluruh sasaran fisik semakin tinggi.
Kapten Kav Heru Siswanto menambahkan, kegiatan pra TMMD dijadwalkan berlangsung selama 2 pekan sebelum memasuki tahapan pelaksanaan utama. Selama proses tersebut, personel TNI dan masyarakat akan terus bekerja bersama menuntaskan seluruh persiapan di lapangan.
“Pra TMMD ini rencananya dilakukan selama 2 minggu, dan Alhamdulillah semua personel baik TNI dan masyarakat begitu bersemangat dan sangat antusias mengerjakan semua sasaran fisik yang menjadi target TMMD,” pungkas Danramil 20 Jambon. (end/but)






