RINGKASAN BERITA:
- Sebanyak 114.236 jemaah dan petugas haji Indonesia (sekitar 55 persen) resmi tiba di tanah air hingga hari ke-17 pemulangan.
- Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengapresiasi tinggi kedisiplinan jemaah dalam mematuhi prosedur penerbangan.
- Kepatuhan jemaah untuk tidak menyelundupkan air zamzam ke dalam koper bagasi menjadi kunci utama kelancaran di bandara.
- Sebanyak 74.441 jemaah gelombang kedua saat ini telah bergeser dari Makkah ke Madinah untuk proses pemulangan bertahap.
Makkah (beritajatim.com) – Sebanyak 114.236 jemaah dan petugas atau sekitar 55 persen dari total kuota jemaah haji Indonesia dilaporkan telah tiba di tanah air dengan selamat hingga Kamis (18/6/2026). Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menegaskan bahwa tingginya tingkat kepatuhan dan kedisiplinan jemaah dalam mengikuti regulasi penerbangan menjadi kunci utama kelancaran fase pemulangan tahun ini.
Fase kepulangan yang telah memasuki hari ke-17 ini berjalan tertib berkat sinergi ketat antara petugas dan jemaah, khususnya terkait pematuhan aturan barang bawaan di dua bandara utama Arab Saudi.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, pergerakan masif jemaah gelombang pertama dan kedua terus dikawal secara intensif guna memastikan keselamatan dan ketepatan waktu penerbangan (On-Time Performance).
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, merinci bahwa hingga hari ke-59 operasional haji, ratusan kelompok terbang (kloter) telah berhasil diberangkatkan menuju berbagai debarkasi di Indonesia.
“Alhamdulillah hingga hari ini, sebanyak 267 kloter telah diberangkatkan melalui Bandara Jeddah dan 33 kloter melalui Bandara Madinah. Sementara itu, total yang telah tiba di Indonesia mencapai 114.236 jemaah dan petugas,” ujar Maria Assegaff di Madinah, Kamis (18/6/2026).
Selain gelombang kepulangan yang padat, mobilisasi jemaah di dalam teritori Arab Saudi juga berjalan simultan. Maria menambahkan, saat ini sebanyak 192 kloter yang membawa 74.441 jemaah dan petugas gelombang kedua telah bergerak dari Makkah menuju Madinah sebelum nantinya bertolak kembali ke Indonesia.
Pihak otoritas memberikan apresiasi khusus kepada jemaah haji Indonesia yang dinilai sangat kooperatif selama proses pemeriksaan barang di bandara. Kesadaran jemaah untuk tidak memasukkan air zamzam ke dalam tas kabin maupun koper bagasi mempercepat proses screening maskapai.
Menurut Maria, kepatuhan jemaah menjadi faktor krusial dalam menjaga ketertiban operasional dan memastikan seluruh rantai logistik kepulangan berjalan sesuai prosedur standar penerbangan internasional.
“Kami mengapresiasi jemaah yang dengan penuh kesadaran mematuhi berbagai ketentuan perjalanan dan penerbangan, termasuk tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun tas kabin. Kepatuhan ini sangat membantu petugas dalam menjaga keamanan, keselamatan, dan kelancaran penerbangan, sekaligus mempercepat proses pemeriksaan di bandara,” tegas Maria.
Kedisiplinan yang ditunjukkan oleh jemaah di fase krusial ini dinilai mencerminkan nilai-nilai luhur, tanggung jawab, serta rasa kebersamaan yang kokoh yang telah dipupuk selama berada di Tanah Suci.
“Kepatuhan terhadap aturan merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memberikan kenyamanan bagi seluruh jemaah. Sikap tertib dan kooperatif yang ditunjukkan jemaah Indonesia patut diapresiasi karena turut mendukung suksesnya operasional pemulangan haji tahun ini,” lanjutnya.
Imbauan Kesehatan dan Distribusi Resmi Zamzam
Guna menjaga kelancaran kloter-kloter berikutnya, Kemenhaj kembali mengingatkan jemaah agar tetap teliti menjaga dokumen prinsip seperti paspor dan dokumen perjalanan. Jemaah dilarang keras berspekulasi menyembunyikan air zamzam di dalam koper, mengingat setiap bagasi akan dipindai secara ketat.
“Air zamzam akan dibagikan secara resmi kepada jemaah setibanya di debarkasi di Indonesia. Karena itu, jemaah tidak perlu membawa air zamzam di dalam koper. Kami berharap seluruh jemaah tetap mematuhi ketentuan ini demi kelancaran proses pemulangan,” jelas Maria.
Mengingat perjalanan udara yang panjang, jemaah juga diimbau untuk memprioritaskan kondisi kesehatan fisik dengan mengonsumsi air minum yang cukup, beristirahat optimal di sela jadwal penerbangan, serta selalu mengikuti instruksi dari petugas PPIH hingga tiba di kampung halaman masing-masing.
Di akhir penjelasannya, Maria mengajak seluruh jemaah untuk terus merawat dan mengimplementasikan kemabruran ibadah haji dalam kehidupan sosial sekembalinya ke tanah air.
“Haji tidak berakhir saat jemaah meninggalkan Tanah Suci. Nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, persaudaraan, dan kepedulian sosial yang telah dipelajari selama berhaji hendaknya terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat, selamat, dan meraih haji yang mabrur,” pungkasnya. [ian/MCH]






