Ponorogo (beritajatim.com) – Sebanyak 194 jemaah haji asal bumi reog akhirnya berangkat ke Surabaya pada Senin (6/6) petang. Para jemaah diberangkatkan oleh Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko di depan Pendopo Agung Pemkab Ponorogo.
Bupati Sugiri mengatakan sebanyak 194 jemaah haji kali ini semua berangkat. Hasil swab semua jemaah aman, artinya hasilnya negatif. Dia mengatakan tanggal 9 Dzulhijjah nanti jatuh pada hari jumat, sehingga lebaran haji akbar.
“Ini Istimewa, 9 Dzulhijjah jatuh hari Jumat. Selamat semoga lancar, sehat dan hajinya mabrur. Saya titip doa, dilancarkan memimpin Ponorogo,” kata Bupati Sugiri Sancoko, Senin (6/6/2022).

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ponorogo, Muhammad Nurul Huda melaporkan bahwa 194 jemaah haji dari Ponorogo itu, terdiri dari 105 jemaah laki-laki dan 85 jemaah perempuan. Haji dengan usia termuda berumur 25 tahun bernama Baru Trilaksono asal Desa Karangwaluh Kecamatan Sampung.
“Termuda dari Desa Karangwaluh Kecamatan Sampung, atas nama Baru Trilaksono,” kata Huda, sapaan Muhammad Nurul Huda.
[berita-terkait number=”4″ tag=”haji”]
Jemaah haji adal Ponorogo masuk gelombang pertama dengan kelompok terbang (kloter) SUB 6, perumahannya nanti hanya berjalan sekitar 2 kilometer dari Masjidil Haram. Huda mengeklaim perumahan para jemaah ini paling terdekat dengan Masjidil Haram. Kloter SUB 6 ini terdiri dari gabungan dari 4 kabupaten. Yakni Kabupaten Magetan (176), Kabupaten Pacitan (53), Kabupaten Ponorogo (194) dan Kota Surabaya (23).
“Berdasarkan jadwal yang ditetapkan oleh Kepala Kemenag Kanwil Jatim, jemaah haji asal Ponorogo harus sudah masuk asrama haji Sukolilo Surabaya pukul 21.00 WIB,” katanya.
Di asrama haji Sukolilo Surabaya ini, para jemaah menginap selama 24 jam. Kemudian berangkat ke tanah suci pada tanggal 7 Juni 2022 pukul 21.05 WIB, yakni dari Bandara Juanda langsung terbang ke bandara Amir Muhammad Abdul Aziz, negara Arab Saudi.
“Jadi berangkatnya dari Bandara Juanda masih besok (7/6) malam pukul 21.05 WIB. Langsung berangkat menuju Bandara Amir Muhammad Abdul Aziz, negara Arab Saudi,” pungkasnya. [end/but]






