Ringkasan Berita
- Startup binaan Universitas Negeri Malang, CV Rizz Smart Energy, memperoleh proyek PJU Hybrid senilai hampir Rp1 miliar pada 2025.
- Sebanyak 34 unit lampu jalan berbasis energi terbarukan dipasang di sejumlah pelabuhan dan fasilitas publik di Indonesia.
- UM menilai capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan hilirisasi riset dan penguatan ekosistem kewirausahaan berbasis teknologi.
- Proyek ini juga mendukung target SDGs sekaligus meningkatkan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Universitas Negeri Malang.
Malang (beritajatim.com) – Universitas Negeri Malang (UM) kembali menunjukkan keberhasilan hilirisasi riset melalui perusahaan rintisan binaannya, CV Rizz Smart Energy. Startup berbasis teknologi tersebut sukses merealisasikan proyek pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) Hybrid 75 Watt dengan nilai kontrak mendekati Rp1 miliar pada tahun 2025.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari lingkungan akademik tidak hanya berhenti sebagai hasil penelitian, tetapi mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui proyek tersebut, CV Rizz Smart Energy memasang sebanyak 34 unit PJU Hybrid di sejumlah lokasi strategis yang mendukung aktivitas ekonomi dan pelayanan publik di Indonesia.
Direktur Inovasi Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Nandang Mufti, S.Si., M.T., mengatakan pencapaian tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan ekosistem kewirausahaan berbasis teknologi di lingkungan kampus.
“Keberhasilan ini mempertegas peran UM dalam mendorong hilirisasi riset dan inovasi melalui ekosistem kewirausahaan berbasis teknologi. Tidak hanya menghasilkan karya akademik, inovasi yang dikembangkan juga mampu menciptakan nilai ekonomi, membuka peluang usaha, serta memberikan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat dan dunia industri,” ujar Prof. Nandang saat dikonfirmasi, Kamis (18/6/2026).
PJU Hybrid yang dikembangkan CV Rizz Smart Energy merupakan sistem penerangan jalan berbasis energi baru terbarukan (EBT) yang menggabungkan panel surya (solar cell) dengan teknologi manajemen penyimpanan energi.
Teknologi tersebut dirancang untuk menghasilkan pasokan listrik yang lebih stabil, efisien dari sisi biaya operasional, sekaligus mendukung penggunaan energi ramah lingkungan.
Sebaran 34 unit lampu jalan pintar tersebut meliputi 10 unit di kawasan Pelabuhan Lapuko untuk mendukung operasional PT Kasih Vandarindo Banjarindo, delapan unit di Pelabuhan Dobo, Maluku, yang digunakan PT Abadi Prima Konindo, serta 16 unit di kawasan Jinato untuk menunjang penerangan fasilitas publik dan pelabuhan setempat.
Keberadaan sistem penerangan tersebut dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dengan meningkatkan keamanan aktivitas malam hari di kawasan pelabuhan sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi lokal.
Selain itu, penggunaan teknologi berbasis energi terbarukan juga membantu mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil konvensional.
Melalui program inkubasi bisnis yang dikembangkan Universitas Negeri Malang, CV Rizz Smart Energy berhasil berkembang dari perusahaan rintisan menjadi startup teknologi yang dipercaya menangani proyek berskala nasional.
Prof. Nandang menilai keberhasilan memperoleh kontrak bernilai besar dari sektor swasta menjadi indikator bahwa program hilirisasi riset yang dijalankan universitas berjalan sesuai tujuan.
“Keberhasilan startup binaan dalam memperoleh kontrak industri bernilai besar membuktikan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan dunia usaha mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat,” tegasnya.
Universitas Negeri Malang berkomitmen terus memperkuat program inkubasi bisnis dan memperluas kemitraan dengan dunia industri agar semakin banyak inovasi kampus yang dapat diimplementasikan secara luas.
Menurut Prof. Nandang, proyek PJU Hybrid tersebut juga memberikan kontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
“Proyek PJU Hybrid ini juga berhubungan langsung dengan target Sustainable Development Goals (SDGs). Mulai dari pemenuhan energi bersih (SDG 7), pembangunan infrastruktur inovatif (SDG 9), penataan kota berkelanjutan (SDG 11), hingga aksi nyata penanganan perubahan iklim (SDG 13),” ujarnya.
Keberhasilan proyek tersebut juga berdampak pada peningkatan Indikator Kinerja Utama (IKU) Universitas Negeri Malang. Pemanfaatan produk hasil riset oleh industri mendukung capaian IKU 5 mengenai hilirisasi karya dosen, sementara keterlibatan mahasiswa dalam proses produksi hingga instalasi di lapangan memperkuat IKU 2 terkait pengalaman belajar di luar kampus.
“Keberhasilan CV Rizz Smart Energy mengamankan proyek bernilai hampir Rp1 miliar ini menjadi replika sukses nyata dari ekosistem inovasi UM, membuktikan bahwa teknologi ramah lingkungan asal Malang mampu bersaing ketat di kancah nasional,” tutup Prof. Nandang. [dan/beq]






