Bangkalan (beritajatim.com) – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) resmi mencatat sejarah baru dengan berdirinya Fakultas Kedokteran.
Kehadiran fakultas tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat Madura yang selama ini harus keluar daerah untuk menempuh pendidikan dokter.
Peresmian Fakultas Kedokteran dilakukan bersamaan dengan pembukaan rangkaian Dies Natalis ke-25 UTM di Gedung Pertemuan RP H Moh Noer, Sabtu (13/6/2026).
Rektor UTM, Prof. Safi’, mengatakan pendirian Fakultas Kedokteran merupakan hasil perjuangan panjang yang dimulai sejak 2023.
Setelah berhasil meraih akreditasi institusi “Unggul” pada 2024 dan melalui berbagai tahapan evaluasi, UTM akhirnya memperoleh izin resmi pendirian Fakultas Kedokteran pada 2 Juni 2026.
Menurutnya, kehadiran Fakultas Kedokteran menjadi bagian dari komitmen UTM untuk mendukung peningkatan layanan kesehatan di Madura sekaligus menjawab kebutuhan tenaga dokter yang masih belum ideal.
“Fakultas Kedokteran ini kami hadirkan sebagai kontribusi UTM dalam mencetak dokter-dokter yang berkualitas dan siap mengabdi kepada masyarakat Madura,” ujar Safi’.
UTM saat ini telah membuka penerimaan mahasiswa baru angkatan pertama Program Studi S1 Kedokteran dan Program Profesi Dokter dengan kuota maksimal 50 mahasiswa.
Langkah tersebut diharapkan menjadi awal lahirnya tenaga medis profesional yang berasal dari Madura dan siap mengabdi di daerahnya sendiri.
Safi’ menegaskan, peresmian Fakultas Kedokteran tidak hanya menjadi tonggak sejarah penting dalam perjalanan 25 tahun UTM, tetapi juga menandai komitmen kampus untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Ini juga menegaskan komitmen UTM untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas kesehatan yang berdampak bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bangkalan Moh. Fauzan Ja’far yang hadir mewakili Bupati Bangkalan menyampaikan apresiasi atas berdirinya Fakultas Kedokteran UTM. Menurutnya, fakultas baru tersebut merupakan langkah besar dalam pengembangan pendidikan tinggi di Madura.
“Peresmian Fakultas Kedokteran merupakan langkah besar dalam pengembangan institusi dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Madura. Kehadirannya tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Universitas Trunojoyo Madura, tetapi juga menjadi harapan besar bagi masyarakat Madura secara keseluruhan,” kata Fauzan.
Ia berharap Fakultas Kedokteran UTM dapat berkembang menjadi pusat pendidikan kesehatan unggulan yang mampu melahirkan dokter-dokter kompeten, beretika, dan memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat.
Dengan berdirinya Fakultas Kedokteran UTM, masyarakat Madura kini memiliki peluang lebih besar untuk menempuh pendidikan dokter di kampung halaman sendiri.
“Kehadiran fakultas ini sekaligus menjadi harapan baru dalam memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Pulau Madura,” ucapnya.[sar/ted]






