Ringkasan Berita:
- Kusnudin bin Saikun (85) asal Banyuwangi meninggal di King Faisal Hospital, Makkah, setelah mengalami gangguan paru dan infeksi berat.
- Diagnosis medis menyebut penyebab kematian ARDS, Shock Septik, dan COPD, menunjukkan gagal napas berat dan komplikasi organ.
- Sebanyak 401 jamaah risiko tinggi dari total 1.317 jamaah Banyuwangi terus dipantau kesehatan oleh TKHI.
Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menerima kabar duka dari Tanah Suci. Seorang jemaah haji asal Banyuwangi, Kusnudin bin Saikun (85), warga Desa Setail, Kecamatan Genteng, wafat pada 9 Juni 2026 pukul 01.18 Waktu Arab Saudi (WAS).
Jemaah yang tergabung dalam Kloter 82 tersebut menghembuskan nafas terakhir setelah menjalani perawatan intensif di King Faisal Hospital, Makkah. Berdasarkan laporan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), almarhum mulai mengalami gangguan kesehatan pasca Armuzna berupa sesak napas, batuk, serta penurunan nafsu makan dan minum.
Hasil pemeriksaan menunjukkan saturasi oksigen rendah dan tekanan darah yang menurun sehingga pasien dirujuk ke King Faisal Hospital untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
Kepala Dinas Kesehatan, Amir Hidayat, menjelaskan bahwa di rumah sakit almarhum mendapatkan terapi oksigen, antibiotik, cairan infus, serta perawatan intensif di ruang ICU. Namun kondisi terus memburuk akibat komplikasi gangguan paru dan infeksi berat hingga akhirnya meninggal dunia.
“Dari diagnosis medis, penyebab kematian adalah ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome), Shock Septik, dan Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). Kondisi tersebut menunjukkan adanya gagal napas berat yang diperberat infeksi sistemik sehingga menyebabkan kegagalan fungsi organ tubuh,” ujarnya.
Amir menambahkan, kelompok lansia dan jamaah risiko tinggi masih menjadi kelompok paling rentan mengalami komplikasi kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji, terutama pasca Armuzna yang membutuhkan aktivitas fisik tinggi dan menghadapi paparan suhu panas ekstrem.
“Hingga tanggal 9 Juni 2026, dari total 1.317 jamaah haji Banyuwangi yang tergabung dalam Kloter 82–85, terdapat 401 jamaah risiko tinggi (30,4%) yang terus mendapatkan pemantauan kesehatan oleh Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI),” jelasnya.
Bertambahnya satu jemaah yang wafat tersebut, maka tercatat lima jamaah haji Banyuwangi meninggal dunia di Tanah Suci. Mereka adalah Patonah binti Mat Yasir (71 tahun), H. Bilal bin Sangidun (85 tahun), H. Soejadi bin Mertokadiyo (85 tahun), Syuwandi bin Saji (78 tahun), serta Kusnudin bin Saikun (85 tahun). [alr/suf]






