Ringkasan Berita:
- Polsek Balongbendo mendampingi budidaya jagung hibrida di lahan seluas 3.000 meter persegi milik Pondok Pesantren Mambaul Ulum.
- Lahan yang dikelola petani setempat menjadi bagian dari program pengembangan jagung yang dimulai sejak Januari 2026.
- Bhabinkamtibmas memberikan pendampingan, motivasi, dan pemantauan hingga masa panen sebagai dukungan ketahanan pangan.
- Polresta Sidoarjo berharap sinergi Polri, petani, dan masyarakat mampu memperkuat swasembada jagung di daerah.
Sidoarjo (beritajatim.com) – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus ditunjukkan Polresta Sidoarjo Polda Jawa Timur bersama jajarannya. Salah satunya dilakukan Polsek Balongbendo melalui pendampingan pengelolaan lahan jagung hibrida di Desa Kedungsukodani, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (10/6/2026).
Lahan budidaya jagung hibrida tersebut memiliki luas sekitar 3.000 meter persegi dan merupakan milik Pondok Pesantren Mambaul Ulum. Pengelolaan lahan dilakukan oleh petani setempat sebagai bagian dari pengembangan pertanian berbasis masyarakat.
Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Christian Tobing, melalui Kapolsek Balongbendo, Kompol Sugeng Sulistiyono, mengatakan lahan tersebut menjadi salah satu lokasi pengembangan tanaman jagung yang ditanam secara serentak sejak Januari 2026.
“Pengelolanya warga setempat dan menjadi salah satu lokasi pengembangan tanaman jagung yang ditanam serentak sejak Januari 2026,” ujar Kompol Sugeng.
Menurutnya, keterlibatan Polri melalui program Polisi Cinta Petani merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Melalui peran Bhabinkamtibmas, anggota kepolisian tidak hanya melakukan pemantauan di lapangan, tetapi juga memberikan motivasi serta pendampingan kepada para petani agar pengelolaan lahan dapat berjalan optimal hingga masa panen.
“Melalui fungsi Bhabinkamtibmas, kami tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga memberikan motivasi serta dukungan kepada petani agar pengelolaan lahan dapat berjalan optimal hingga masa panen,” terang Kompol Sugeng.
Ia menjelaskan lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal kini diolah menjadi area pertanian jagung hibrida yang dikelola secara intensif. Pemanfaatan lahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketersediaan pangan di tingkat daerah.
“Ini menjadi bukti bahwa sinergi antara Polri dan masyarakat mampu mendorong ketahanan pangan di wilayah,” tandas Kompol Sugeng.
Selain mendukung ketahanan pangan nasional, program ini juga menjadi bagian dari upaya Polri dalam mendorong kemandirian pangan berbasis potensi lokal. Kehadiran anggota kepolisian di lapangan diharapkan mampu meningkatkan semangat petani untuk terus mengembangkan sektor pertanian.
Dari hasil pendampingan tersebut, lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan kini siap ditanami dan dirawat hingga memasuki masa panen. Selama kegiatan berlangsung, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Balongbendo juga dilaporkan dalam kondisi aman dan kondusif.
Melalui pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, Polresta Sidoarjo berharap program swasembada jagung terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Sidoarjo. [isa/beq]






