Ponorogo (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Ponorogo, mulai memacu penguatan organisasi hingga tingkat desa.
Langkah itu dilakukan melalui rapat konsolidasi yang melibatkan jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Kabupaten Ponorogo. Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya menyatukan visi, mengevaluasi kinerja organisasi, sekaligus mempersiapkan struktur partai menghadapi berbagai agenda politik ke depan.
Konsolidasi tidak hanya membahas penguatan internal partai. Dalam forum itu, PSI Ponorogo juga menekankan pentingnya penyelarasan instruksi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) maupun Dewan Pimpinan Wilayah (DPW). Tujuannya agar setiap kebijakan partai dapat dipahami dan dijalankan secara seragam oleh pengurus di tingkat kecamatan hingga desa.
Selain penguatan struktur, PSI Ponorogo turut membahas program Koperasi Petani Ternak Solidaritas Indonesia. Program tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi kader dan pengurus partai hingga tingkat akar rumput. Di saat yang sama, konsolidasi juga menjadi sarana menyusun strategi penggalangan massa dan memastikan kesiapan infrastruktur partai dalam menghadapi momentum politik mendatang.
Ketua Harian DPD PSI Ponorogo, Tajus Amrulloh, mengatakan percepatan pembentukan kepengurusan Dewan Pimpinan Ranting (DPRT) menjadi target utama yang sedang dikejar bersama. Menurutnya, keberadaan DPRT sangat penting untuk memperkuat jaringan partai hingga tingkat desa.
Melalui konsolidasi tersebut, sebanyak 21 DPC PSI di Ponorogo akan diterjunkan langsung ke desa-desa untuk melengkapi kepengurusan DPRT. Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat basis organisasi dan mendekatkan partai kepada masyarakat.
“DPD PSI Kabupaten Ponorogo optimis bisa memenuhi target dari DPP Pusat dan DPW PSI Jawa Timur untuk menyelesaikan 100 persen kepengurusan DPRT PSI Ponorogo. Dengan semangat kebersamaan dan kerja nyata, PSI siap hadir di setiap desa untuk membawa perubahan dan memperjuangkan aspirasi rakyat,” jelas Tajus, Selasa (9/6/2026).
Sementara itu, Sekretaris DPD PSI Ponorogo, Sony Indra Lesmana, menegaskan bahwa pertemuan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat soliditas pengurus di semua tingkatan. Selain percepatan pembentukan kepengurusan hingga level desa, PSI Ponorogo juga berupaya menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung kepada kader.
Salah satu program yang ditawarkan adalah Koperasi Peternak Solidaritas Indonesia. Program ini disiapkan sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi yang dapat dimanfaatkan oleh pengurus maupun kader PSI di Ponorogo.
“Program ini salah satu wujud pemberdayaan ekonomi untuk pengurus dan kader DPD PSI Ponorogo, meskipun kami belum punya anggota legislatif, tetapi kami maksimalkan mengayomi kader PSI Ponorogo,” tambahnya.
PSI Ponorogo juga menegaskan komitmennya sebagai partai yang terbuka bagi berbagai kalangan. Konsep Partai Super Terbuka terus diperkuat dengan menghilangkan sekat-sekat eksklusivitas. Sehingga masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk generasi muda dan kalangan profesional, dapat terlibat dalam aktivitas politik partai.
Penguatan organisasi hingga tingkat desa dan lingkungan terkecil menjadi bagian dari strategi jangka panjang PSI. Melalui perluasan struktur hingga akar rumput, PSI menargetkan transformasi organisasi yang lebih matang. Terlebih untuk menghadapi pemilu mendatang serta memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan politik nasional.(end/ted)






