Ringkasan Berita:
- FEB Unisma menggelar Turnamen Business Simulation dalam rangka Pekan Kewirausahaan Dies Natalis ke-45.
- Sebanyak 25 tim dari Program Studi Manajemen, Akuntansi, dan Perbankan Syariah mengikuti kompetisi.
- Turnamen menggunakan platform MonsoonSIM untuk mensimulasikan pengelolaan perusahaan secara terpadu.
- Kompetisi dirancang untuk memperkuat kemampuan analisis, strategi bisnis, kolaborasi, dan pengambilan keputusan mahasiswa.
Malang (beritajatim.com) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma) menggelar Turnamen Business Simulation dalam rangkaian Pekan Kewirausahaan Dies Natalis ke-45. Kegiatan yang berlangsung pada 8–9 Juni 2026 tersebut menjadi ruang kompetisi sekaligus pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa dalam memahami dinamika bisnis melalui simulasi berbasis teknologi.
Turnamen ini diikuti oleh 25 tim mahasiswa yang berasal dari Program Studi Manajemen, Akuntansi, dan Perbankan Syariah. Keterlibatan tiga program studi tersebut dirancang untuk membangun kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam menghadapi persoalan bisnis yang kompleks.
Dekan FEB Unisma, Afifudin, S.E., M.SA., Ak., mengatakan kompetisi tersebut tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai perspektif bisnis dalam proses pengambilan keputusan.
“Peserta tidak hanya berkompetisi untuk menang, tetapi juga belajar mengintegrasikan perspektif manajerial, keuangan, akuntansi, dan bisnis syariah dalam satu pengambilan keputusan bisnis yang utuh,” ujar Afifudin.
Selama kompetisi berlangsung, setiap tim dituntut mampu membaca peluang pasar, mengelola sumber daya, menyusun strategi bisnis, bekerja secara kolaboratif, serta mengambil keputusan berdasarkan analisis yang terukur.
Melalui kegiatan tersebut, FEB Unisma menegaskan komitmennya untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan adaptif serta mampu memberikan dampak positif bagi dunia usaha dan masyarakat.
Untuk menghadirkan pengalaman yang mendekati kondisi industri sesungguhnya, turnamen ini menggunakan platform simulasi bisnis MonsoonSIM. Melalui platform digital tersebut, mahasiswa mempraktikkan pengelolaan perusahaan secara menyeluruh, mulai dari pemasaran, produksi, keuangan, distribusi, sumber daya manusia, hingga pengambilan keputusan strategis perusahaan.
“Simulasi bisnis melalui MonsoonSIM ini memberikan pengalaman belajar yang sangat dekat dengan situasi pasar nyata. Dengan pendekatan ini, mahasiswa dapat memahami bahwa keputusan bisnis yang baik perlu didukung oleh data, analisis, komunikasi tim, dan keberanian mengambil tanggung jawab,” kata Afifudin.
Skema kompetisi berlangsung secara bertahap melalui proses seleksi yang kompetitif. Pada babak penyisihan, sebanyak 25 tim mengikuti lima putaran pertandingan. Dari setiap putaran dipilih satu tim terbaik untuk melaju ke babak final sehingga tersisa lima tim yang bersaing memperebutkan gelar juara.
Memasuki babak final, tantangan peserta semakin kompleks. Selain menjalankan simulasi perusahaan, masing-masing tim juga diwajibkan mempresentasikan strategi bisnis yang telah diterapkan di hadapan dewan juri.
Presentasi tersebut mencakup dasar pengambilan keputusan, strategi pengelolaan perusahaan virtual, analisis pasar, pengelolaan sumber daya manusia, hingga langkah-langkah yang ditempuh untuk meningkatkan performa perusahaan.
Panitia menjelaskan bahwa penilaian tidak hanya berfokus pada besarnya keuntungan yang diperoleh dalam simulasi. Kemampuan berpikir strategis, kualitas analisis, komunikasi, kolaborasi tim, serta tanggung jawab terhadap keputusan bisnis menjadi komponen penting dalam proses penilaian.
Dari hasil babak final, dewan juri akan menetapkan tiga tim terbaik berdasarkan performa operasional simulasi, kualitas strategi, ketepatan analisis, kemampuan presentasi, serta relevansi keputusan bisnis yang diterapkan selama kompetisi.
“Secara makro, turnamen ini membawa dampak positif bagi industri dengan memperkecil kesenjangan antara teori akademis di kampus dan kebutuhan riil dunia kerja. Mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam menguji strategi, mengukur risiko operasional, serta menyampaikan gagasan bisnis secara argumentatif di bawah tekanan pasar,” ujar Afifudin.
FEB Unisma menegaskan Turnamen Business Simulation akan terus diintegrasikan dalam ekosistem pembelajaran sebagai bagian dari penguatan pendidikan kewirausahaan berbasis teknologi dan peningkatan kesiapan lulusan menghadapi tantangan dunia bisnis yang semakin dinamis.
“Turnamen Business Simulation tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga media pembelajaran strategis untuk menyiapkan mahasiswa menghadapi tantangan bisnis yang semakin dinamis,” pungkas Afifudin. [dan/beq]






