Ponorogo (beritajatim.com) – Persiapan pemulangan ratusan jemaah haji asal Ponorogo terus dimatangkan. Menjelang kedatangan 565 jamaah dari Tanah Suci, panitia telah menyiapkan armada bus, ambulans, hingga tim medis untuk memastikan proses penjemputan berjalan aman dan lancar. Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi terhadap kondisi fisik jamaah yang baru menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi ke Indonesia.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Ponorogo, Marjuni, mengatakan seluruh kebutuhan penjemputan jamaah dari Asrama Haji Sukolilo Surabaya menuju Ponorogo telah disiapkan. Sebanyak 13 bus akan digunakan untuk mengangkut jamaah, didukung 3 kendaraan patroli pengawal (patwal), 3 ambulans, serta tim kesehatan yang akan mendampingi selama perjalanan.
“Untuk penjemputan dari Asrama Haji Sukolilo sudah kami siapkan 13 bus, 3 patwal, 3 ambulans, dan tim kesehatan. Ini sebagai antisipasi jika ada jamaah yang kelelahan atau membutuhkan penanganan medis setelah perjalanan jauh,” kata Marjuni, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, kesiapan armada dan tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam rangkaian pemulangan jamaah. Sebab, para jamaah akan menempuh penerbangan berjam-jam dari Arab Saudi sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Ponorogo. Kehadiran tim medis diharapkan mampu memberikan penanganan cepat, apabila terdapat jamaah yang mengalami gangguan kesehatan saat perjalanan.
Selain menyiapkan sarana transportasi, panitia juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan penyambutan berlangsung sesuai jadwal. Kedatangan jamaah haji asal Ponorogo dijadwalkan pada Jumat (5/6/2026) tengah malam di Alun-Alun Ponorogo. Lokasi tersebut akan menjadi titik akhir perjalanan sebelum jamaah kembali ke rumah masing-masing.
Marjuni menjelaskan, kondisi jamaah haji Ponorogo saat ini dilaporkan dalam keadaan sehat. Menjelang kepulangan, para jamaah sudah mulai melakukan persiapan akhir di Arab Saudi. Pada Kamis pagi waktu setempat, koper jamaah dijadwalkan diangkut dari hotel menuju bandara sebelum keberangkatan menuju Indonesia.
“Alhamdulillah kondisi jamaah haji Ponorogo sehat. Saat ini mereka sudah melakukan persiapan kepulangan. Koper jamaah juga mulai diberangkatkan dari hotel menuju bandara sebelum jamaah terbang ke Indonesia,” ujarnya.
Sebanyak 565 jamaah yang tergabung dalam Sub Kloter 19 dan Sub Kloter 20 dipastikan akan tiba bersamaan di Ponorogo. Padahal saat keberangkatan menuju Tanah Suci, kedua kelompok tersebut berangkat dalam waktu yang berbeda. Penyatuan jadwal kedatangan ini telah diatur untuk memudahkan proses penjemputan dan penyambutan.
Kantor Kementerian Haji dan Umrah Ponorogo berharap seluruh rangkaian pemulangan dapat berlangsung sesuai hasil koordinasi yang telah dilakukan bersama instansi terkait. Dengan dukungan armada transportasi, ambulans, tim kesehatan, hingga pengawalan petugas, kepulangan para tamu Allah itu diharapkan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Kami berharap seluruh proses penjemputan dan penyambutan berjalan lancar sesuai hasil koordinasi yang sudah dilakukan bersama seluruh pihak terkait,” pungkas Marjuni. (end/but)






