Ringkasan Berita:
- HIPMI Pamekasan menggelar Economic Fest 2026 di kawasan Arek Lancor mulai 1 hingga 9 Juni 2026.
- Kegiatan diikuti sekitar 70 pelaku UMKM dan menghadirkan berbagai agenda pengembangan kewirausahaan.
- Economic Fest menjadi wadah edukasi, kolaborasi, dan perluasan jaringan bisnis bagi generasi muda dan pelaku usaha.
- HIPMI menargetkan lahirnya lebih banyak wirausaha muda yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pamekasan (beritajatim.com) – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Pamekasan menegaskan komitmennya dalam meningkatkan semangat kewirausahaan di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) maupun generasi muda melalui penyelenggaraan Economic Fest 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Arek Lancor, Pamekasan, tersebut berlangsung mulai 1 hingga 9 Juni 2026 dan diikuti sekitar 70 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha.
Ketua HIPMI Pamekasan, Ach Kusyairi, mengatakan Economic Fest 2026 dirancang sebagai wadah edukasi, inspirasi, serta pengembangan jaringan usaha bagi pelaku UMKM, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum yang tertarik menekuni dunia bisnis.
“Economic Fest 2026 ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong lahirnya wirausaha baru yang mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, sehingga semangat kewirausahaan perlu terus ditanamkan sejak dini agar generasi muda memiliki keberanian untuk berinovasi menciptakan beragam peluang usaha,” kata Kusyairi, Selasa (2/6/2026).
Dalam pelaksanaannya, Economic Fest 2026 menghadirkan beragam kegiatan yang berorientasi pada penguatan kapasitas pelaku usaha. Mulai dari seminar kewirausahaan, talk show inspiratif bersama pengusaha sukses, pelatihan pengembangan bisnis, pameran produk UMKM, hingga kompetisi ide bisnis.
Melalui berbagai agenda tersebut, peserta diharapkan memperoleh wawasan praktis sekaligus motivasi untuk memulai maupun mengembangkan usaha yang telah dijalankan.
“Economic Fest 2026 hadir sebagai ruang kolaborasi antar UMKM bersama generasi muda untuk belajar, berbagi pengalaman, dan memperluas jaringan bisnis. Kami ingin mendorong lahirnya lebih banyak pengusaha muda yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing,” ungkapnya.
Menurut Kusyairi, kegiatan tersebut juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, akademisi, dan komunitas bisnis dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih kondusif di Kabupaten Pamekasan.
“Melalui kegiatan ini kami berharap dapat menumbuhkan budaya kewirausahaan yang kuat, serta meningkatkan partisipasi generasi muda dalam pembangunan ekonomi daerah. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kami optimistis dapat mencetak lebih banyak pengusaha muda yang mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” imbuhnya.
Ia menegaskan HIPMI tidak hanya berperan sebagai organisasi pengusaha, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, Pamekasan memiliki potensi ekonomi yang besar dan harus terus dikembangkan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Oleh karena itu, HIPMI hadir bukan hanya bertindak sebagai pelaku usaha, tetapi juga menjadi mitra pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Terlebih potensi Pamekasan sangat luar biasa dari sisi ekonomi, sehingga penting untuk terus dijaga dan dikembangkan bersama oleh seluruh stakeholder,” sambungnya.
Kusyairi juga menyoroti tantangan yang masih dihadapi pelaku usaha kecil, yakni bagaimana meningkatkan kapasitas usaha agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Karena itu, berbagai program yang dijalankan HIPMI akan difokuskan pada penguatan kapasitas bisnis sekaligus memperluas konektivitas antar pelaku usaha.
“Salah satu tantangan yang perlu dijawab bersama adalah bagaimana mendorong pelaku usaha kecil agar mampu naik kelas, sehingga berbagai program yang dirancang akan difokuskan pada penguatan kapasitas dan konektivitas pelaku UMKM. Harapan kami kegiatan ini dapat membuka ruang sekaligus menjadi wadah bagi para pelaku UMKM agar terus berkembang,” harapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pamekasan harus mampu membangun jejaring usaha yang lebih luas, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga regional, nasional, hingga internasional.
“Oleh karena itu, Pamekasan tidak boleh hanya besar di daerah sendiri, tetapi harus mampu membangun jejaring dengan kabupaten lain di Jawa Timur, bahkan di tingkat nasional hingga internasional,” tegasnya.
Sebagai bentuk keseriusan mewujudkan target tersebut, HIPMI Pamekasan berkomitmen membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM sekaligus mendorong komoditas unggulan daerah agar mampu menembus pasar ekspor.
“Anak-anak muda masih membutuhkan banyak masukan dan bimbingan agar dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik bagi daerah,” pungkasnya. [pin/beq]






